SUARAJATIM - Bangkalan memasuki Ramadan dengan energi baru. Di Desa Gili Timur, Kecamatan Bangkalan, Madura, sekelompok peternak ayam petelur skala rumahan mendapat suntikan modal usaha dari PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) UIT JBM bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik, Jumat (20/02).
“Bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian modal, tetapi merupakan bagian dari upaya pemberdayaan. Kami ingin para penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan produksi, serta memperbaiki kesejahteraan keluarga,” jelas Ketua YBM UIT JBM, Alimmufadhol Sani.
Sebanyak 10 peternak yang tergabung dalam kelompok usaha telur rumahan menerima bantuan untuk pembelian bibit ayam petelur, pakan, dan kebutuhan penunjang lainnya. Modal ini diharapkan langsung berdampak pada kapasitas produksi. Targetnya sederhana tapi penting: telur bertambah, pendapatan naik, dapur keluarga lebih aman.
Penyaluran bantuan dihadiri pengurus YBM UIT JBM, manajemen UPT Gresik, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka memberi semangat tersendiri bagi para peternak. Program ini tidak berhenti di pencairan dana. YBM PLN UIT JBM menyiapkan pendampingan, monitoring, dan bimbingan berkala agar usaha yang dirintis tidak jalan di tempat.
General Manager UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyebut Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Bulan Suci Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Melalui kolaborasi YBM PLN UIT JBM dan UPT Gresik, kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi stimulus bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ika.
Ia menambahkan, PLN hadir bukan hanya menjaga pasokan listrik tetap andal. Perusahaan juga ingin membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap program ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mampu mendorong terciptanya ekosistem usaha yang produktif di Desa Gili Timur. Semoga keberkahan Ramadan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh penerima manfaat dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Perwakilan penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas perhatian tersebut. Bagi mereka, tambahan modal ini menjadi titik penting untuk memperbesar skala usaha yang selama ini berjalan terbatas.
Di tengah suasana Ramadan, langkah ini menjadi dorongan moral bagi pelaku usaha kecil di Madura. Dari kandang ayam sederhana di Gili Timur, harapan untuk tumbuh mandiri kini menyala lebih terang.
![]() |
| Perwakilan PLN UIT JBM dan YBM menyerahkan bantuan modal usaha kepada kelompok peternak ayam petelur di Gili Timur, Bangkalan. |
Sebanyak 10 peternak yang tergabung dalam kelompok usaha telur rumahan menerima bantuan untuk pembelian bibit ayam petelur, pakan, dan kebutuhan penunjang lainnya. Modal ini diharapkan langsung berdampak pada kapasitas produksi. Targetnya sederhana tapi penting: telur bertambah, pendapatan naik, dapur keluarga lebih aman.
Penyaluran bantuan dihadiri pengurus YBM UIT JBM, manajemen UPT Gresik, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka memberi semangat tersendiri bagi para peternak. Program ini tidak berhenti di pencairan dana. YBM PLN UIT JBM menyiapkan pendampingan, monitoring, dan bimbingan berkala agar usaha yang dirintis tidak jalan di tempat.
General Manager UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyebut Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Bulan Suci Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Melalui kolaborasi YBM PLN UIT JBM dan UPT Gresik, kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi stimulus bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ika.
Ia menambahkan, PLN hadir bukan hanya menjaga pasokan listrik tetap andal. Perusahaan juga ingin membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap program ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mampu mendorong terciptanya ekosistem usaha yang produktif di Desa Gili Timur. Semoga keberkahan Ramadan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh penerima manfaat dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Perwakilan penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas perhatian tersebut. Bagi mereka, tambahan modal ini menjadi titik penting untuk memperbesar skala usaha yang selama ini berjalan terbatas.
Di tengah suasana Ramadan, langkah ini menjadi dorongan moral bagi pelaku usaha kecil di Madura. Dari kandang ayam sederhana di Gili Timur, harapan untuk tumbuh mandiri kini menyala lebih terang.

