SUARAJATIM - Malang memasuki atmosfer Ramadan dengan cara berbeda. Di Sekretariat LKS Anak Bangsa, Sawojajar, Kamis (19/2), suasana penuh empati terasa kental. PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi Malang menggelar Posyandu Disabilitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kegiatan ini menjadi kolaborasi PLN UIT JBM, Srikandi PLN, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang ramah dan inklusif,” ujar General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja.
“Kehadiran Srikandi PLN diharapkan mampu membantu peningkatan kualitas hidup anak dan membangun lingkungan yang setara, di mana setiap anak punya kesempatan dan harapan yang sama,” lanjutnya.
Anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan layanan lengkap. Mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, terapi, hingga konsultasi psikologi. Orang tua ikut terlibat dalam sesi pendampingan. Tujuannya memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UIT JBM yang telah disalurkan kepada Yayasan Bersama Anak Bangsa pada 2025. Bantuan tersebut berupa pelatihan kader serta perlengkapan posyandu. Dengan bekal itu, layanan diharapkan berjalan rutin bersama tenaga kesehatan dan relawan.
Momentum Ramadan dipilih untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah kerja UIT JBM. Di tengah fokus menjaga keandalan pasokan listrik selama bulan suci, kegiatan sosial tetap digelar.
Posyandu Disabilitas di Sawojajar menjadi gambaran bahwa energi bukan hanya soal listrik. Ada kepedulian yang ikut mengalir. Anak-anak mendapat ruang yang lebih ramah. Orang tua membawa pulang harapan baru. Malang pun menyambut Ramadan dengan suasana yang terasa lebih hangat.
![]() |
| Anak-anak penyandang disabilitas mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan Posyandu Disabilitas PLN UIT JBM di Sawojajar, Malang. |
“Kehadiran Srikandi PLN diharapkan mampu membantu peningkatan kualitas hidup anak dan membangun lingkungan yang setara, di mana setiap anak punya kesempatan dan harapan yang sama,” lanjutnya.
Anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan layanan lengkap. Mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, terapi, hingga konsultasi psikologi. Orang tua ikut terlibat dalam sesi pendampingan. Tujuannya memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai kebutuhan masing-masing.
![]() |
| Kegiatan Posyandu Disabilitas PLN UIT JBM dan Srikandi PLN di Sawojajar Malang |
Momentum Ramadan dipilih untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah kerja UIT JBM. Di tengah fokus menjaga keandalan pasokan listrik selama bulan suci, kegiatan sosial tetap digelar.
Posyandu Disabilitas di Sawojajar menjadi gambaran bahwa energi bukan hanya soal listrik. Ada kepedulian yang ikut mengalir. Anak-anak mendapat ruang yang lebih ramah. Orang tua membawa pulang harapan baru. Malang pun menyambut Ramadan dengan suasana yang terasa lebih hangat.


