SUARAJATIM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa 19 Mei 2026. Tekanan jual muncul deras setelah beredar kabar mengenai rencana pembentukan badan ekspor baru yang dikaitkan dengan pemerintah untuk mengatur jalur ekspor sejumlah komoditas utama Indonesia.
“Rumor pasar menyebut pemerintah tengah menyiapkan pembentukan badan ekspor yang terhubung dengan negara untuk memusatkan ekspor sejumlah komoditas seperti batu bara, minyak sawit mentah, dan mineral.” (Dikutip dari Algosearch)
Kabar tersebut langsung memicu kekhawatiran pelaku pasar. Investor menilai langkah itu berpotensi memunculkan pengaturan harga dan mengubah mekanisme bisnis ekspor yang selama ini berjalan langsung antara perusahaan dan pembeli luar negeri.
“Dalam skema yang beredar, eksportir kemungkinan diwajibkan menjual produknya kepada badan baru tersebut sebelum akhirnya diekspor langsung oleh entitas itu.”
Rumor itu membuat saham-saham berbasis komoditas langsung tertekan. Kelompok emiten batu bara, perkebunan sawit, hingga mineral logam menjadi sasaran aksi jual selama perdagangan berlangsung.
Pelaku pasar khawatir perusahaan nantinya tidak lagi memiliki keleluasaan penuh dalam menentukan harga jual dan kontrak ekspor. Kekhawatiran tersebut memicu aksi lepas saham dalam waktu singkat hingga menyeret IHSG makin dalam ke zona merah.
Tekanan di pasar saham juga muncul karena investor menilai perubahan pola ekspor bisa mempengaruhi arus bisnis perusahaan komoditas yang selama ini bergantung pada pasar global. Sentimen negatif berkembang cepat di tengah belum adanya penjelasan resmi terkait kabar tersebut.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak melemah dengan tekanan terbesar berasal dari saham-saham komoditas. Rumor pembentukan badan ekspor satu pintu itu menjadi sentimen utama yang membebani pasar pada perdagangan hari ini.
![]() |
| IHSG turun tajam ke level 6.396 setelah pasar diterpa rumor pembentukan badan ekspor satu pintu untuk batu bara, sawit, dan mineral. |
Kabar tersebut langsung memicu kekhawatiran pelaku pasar. Investor menilai langkah itu berpotensi memunculkan pengaturan harga dan mengubah mekanisme bisnis ekspor yang selama ini berjalan langsung antara perusahaan dan pembeli luar negeri.
“Dalam skema yang beredar, eksportir kemungkinan diwajibkan menjual produknya kepada badan baru tersebut sebelum akhirnya diekspor langsung oleh entitas itu.”
Rumor itu membuat saham-saham berbasis komoditas langsung tertekan. Kelompok emiten batu bara, perkebunan sawit, hingga mineral logam menjadi sasaran aksi jual selama perdagangan berlangsung.
Pelaku pasar khawatir perusahaan nantinya tidak lagi memiliki keleluasaan penuh dalam menentukan harga jual dan kontrak ekspor. Kekhawatiran tersebut memicu aksi lepas saham dalam waktu singkat hingga menyeret IHSG makin dalam ke zona merah.
Tekanan di pasar saham juga muncul karena investor menilai perubahan pola ekspor bisa mempengaruhi arus bisnis perusahaan komoditas yang selama ini bergantung pada pasar global. Sentimen negatif berkembang cepat di tengah belum adanya penjelasan resmi terkait kabar tersebut.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak melemah dengan tekanan terbesar berasal dari saham-saham komoditas. Rumor pembentukan badan ekspor satu pintu itu menjadi sentimen utama yang membebani pasar pada perdagangan hari ini.

