Dividen MPMX Naik di Tengah Tekanan Industri, Pemegang Saham Kebagian Rp170 per SahamSUARAJATIM - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) tetap membagikan dividen jumbo di tengah industri otomotif nasional yang masih bergerak penuh tekanan sepanjang 2025. Emiten otomotif berkode saham MPMX itu membagikan dividen tunai Rp170 per saham dengan total nilai mencapai Rp451,8 miliar.
![]() |
| Suasana RUPST MPMX 2026 saat mengumumkan pembagian dividen Rp170 per saham |
“Tahun 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar,” ujar Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati.
Sepanjang tahun buku 2025, MPMX mencatat pendapatan konsolidasi Rp16,2 triliun. Sementara laba bersih Perseroan mencapai Rp462 miliar. Angka tersebut mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan turun sekitar 1 persen, sedangkan laba bersih terkoreksi 19 persen.
Tekanan industri otomotif nasional masih terasa sepanjang tahun lalu. Pelemahan daya beli masyarakat, tekanan pembiayaan kendaraan, hingga normalisasi permintaan di sejumlah segmen ikut memengaruhi pasar otomotif dan mobilitas.
Meski begitu, MPMX tetap menjaga kinerja usaha melalui langkah operasional yang lebih disiplin dan selektif. Perseroan juga fokus pada efisiensi biaya, pengelolaan risiko secara prudent, serta penguatan portofolio bisnis.
“Di tengah kondisi industri yang menantang, kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan,” kata Suwito Mawarwati.
Kondisi fundamental yang masih terjaga membuat Perseroan tetap percaya diri membagikan dividen lebih tinggi kepada para pemegang saham. Langkah itu juga menjadi sinyal bahwa MPMX masih menjaga arus kas dan kesehatan bisnis di tengah pasar yang belum sepenuhnya pulih.
“Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang Perseroan,” lanjutnya.
Di tengah ketatnya persaingan industri otomotif, pembagian dividen dengan yield dua digit menjadi perhatian pasar. Nilai dividend yield 16 persen termasuk tinggi untuk ukuran emiten otomotif di Bursa Efek Indonesia.
Selain mencatat laba bersih ratusan miliar rupiah, perseroan juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai Rp2,60 triliun. Sementara total ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp5,98 triliun.
Jadwal pembagian dividen pun sudah diumumkan secara rinci. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 8 Juni 2026. Setelah itu, tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi berlangsung pada 9 Juni 2026.
Untuk investor pasar tunai, tanggal cum dividen dijadwalkan pada 10 Juni 2026. Kemudian tanggal ex dividen pasar tunai akan berlangsung pada 11 Juni 2026.
Sementara itu, recording date atau daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai ditetapkan pada 10 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Investor yang namanya tercatat hingga batas waktu tersebut akan menerima pembayaran dividen pada 25 Juni 2026.

