SUARAJATIM – Permainan domino yang selama puluhan tahun identik dengan warung kopi dan pos ronda kini terus bergerak menuju panggung olahraga prestasi. Perubahan itu terlihat dalam gelaran Piala Walikota Surabaya 2026 yang berhasil menarik lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Turnamen domino resmi yang digelar di HI Tech Mall Surabaya tersebut diselenggarakan oleh PORDI Surabaya dengan dukungan KONI Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Ajang ini juga mendapat dukungan dari Higgs Games Island (HGI) sebagai sponsor resmi.
Ratusan peserta yang hadir menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap domino kompetitif. Bagi penyelenggara, kejuaraan ini menjadi salah satu bukti bahwa domino mulai diterima sebagai cabang olahraga berbasis strategi, keterampilan, dan kerja sama tim.
Ketua PORDI Jawa Timur, H. Muhammad Alyas, mengatakan proses transformasi domino menuju olahraga prestasi terus menunjukkan perkembangan positif.
“Proses transformasi domino dari olahraga masyarakat menjadi olahraga prestasi ini sudah berjalan dengan baik dan telah mendapat legitimasi dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari KONI maupun pemerintah,” ujar Alyas.
Menurutnya, semakin banyaknya turnamen resmi yang digelar serta meningkatnya jumlah peserta menjadi indikator bahwa domino kian mendapat tempat di tengah masyarakat sebagai aktivitas kompetitif yang sehat dan positif. Kehadiran lebih dari 500 peserta dalam Piala Walikota Surabaya 2026 menjadi salah satu buktinya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom. Ia menilai domino memiliki peluang berkembang sebagai olahraga yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memiliki nilai industri di masa depan.
“Hari ini kita melihat bahwa Domino dapat tumbuh menjadi olahraga yang membanggakan sekaligus memiliki nilai industri. Kehadiran HGI dalam Piala Walikota Surabaya 2026 menjadi contoh nyata bagaimana dukungan sektor swasta dapat mempercepat pertumbuhan olahraga berbasis komunitas menuju olahraga prestasi,” kata Arderio.
Sementara itu, perwakilan HGI, Ray, menilai domino memiliki keunggulan karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat dan mengandalkan kerja sama tim.
“Kami melihat domino sebagai olahraga rakyat yang bisa dimainkan siapa saja. Ini juga merupakan permainan yang mengutamakan kerja sama tim karena dimainkan berpasangan,” ujarnya.
Menurut Ray, perkembangan ekosistem domino nasional diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing secara profesional melalui kompetisi yang semakin terstruktur.
Melalui dukungan terhadap berbagai turnamen resmi dan kolaborasi bersama organisasi olahraga, pemerintah daerah, serta komunitas, HGI berharap dapat membantu mempercepat transformasi domino dari permainan tradisional menjadi olahraga pikiran modern yang profesional dan berkelanjutan.
Perjalanan domino menuju olahraga prestasi memang masih panjang. Namun, dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta, permainan yang dahulu hanya dimainkan secara santai kini mulai menemukan jalannya menuju arena kompetisi yang lebih profesional.
![]() |
| Pembukaan Turnamen Domino Piala Walikota Surabaya 2026 di HI Tech Mall Surabaya. |
Ratusan peserta yang hadir menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap domino kompetitif. Bagi penyelenggara, kejuaraan ini menjadi salah satu bukti bahwa domino mulai diterima sebagai cabang olahraga berbasis strategi, keterampilan, dan kerja sama tim.
Ketua PORDI Jawa Timur, H. Muhammad Alyas, mengatakan proses transformasi domino menuju olahraga prestasi terus menunjukkan perkembangan positif.
“Proses transformasi domino dari olahraga masyarakat menjadi olahraga prestasi ini sudah berjalan dengan baik dan telah mendapat legitimasi dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari KONI maupun pemerintah,” ujar Alyas.
Menurutnya, semakin banyaknya turnamen resmi yang digelar serta meningkatnya jumlah peserta menjadi indikator bahwa domino kian mendapat tempat di tengah masyarakat sebagai aktivitas kompetitif yang sehat dan positif. Kehadiran lebih dari 500 peserta dalam Piala Walikota Surabaya 2026 menjadi salah satu buktinya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom. Ia menilai domino memiliki peluang berkembang sebagai olahraga yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memiliki nilai industri di masa depan.
![]() |
| Lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Turnamen Domino Piala Walikota Surabaya 2026 yang digelar di HI Tech Mall Surabaya. |
Sementara itu, perwakilan HGI, Ray, menilai domino memiliki keunggulan karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat dan mengandalkan kerja sama tim.
“Kami melihat domino sebagai olahraga rakyat yang bisa dimainkan siapa saja. Ini juga merupakan permainan yang mengutamakan kerja sama tim karena dimainkan berpasangan,” ujarnya.
Menurut Ray, perkembangan ekosistem domino nasional diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing secara profesional melalui kompetisi yang semakin terstruktur.
Melalui dukungan terhadap berbagai turnamen resmi dan kolaborasi bersama organisasi olahraga, pemerintah daerah, serta komunitas, HGI berharap dapat membantu mempercepat transformasi domino dari permainan tradisional menjadi olahraga pikiran modern yang profesional dan berkelanjutan.
Perjalanan domino menuju olahraga prestasi memang masih panjang. Namun, dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta, permainan yang dahulu hanya dimainkan secara santai kini mulai menemukan jalannya menuju arena kompetisi yang lebih profesional.


