Daya Beli Petani Masih Kuat, MPM Honda Jatim Bidik Semester II 2026 Lebih Baik

SUARAJATIM - Kondisi daya beli masyarakat di Jawa Timur belum sepenuhnya pulih pada paruh pertama 2026. Di tengah perlambatan pada kelompok pekerja bergaji tetap, sektor pertanian justru menjadi penyangga yang membuat penjualan sepeda motor tetap bergerak. Kondisi itu membuat PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) optimistis menghadapi semester II tahun ini.
MPM Honda Jatim optimistis penjualan sepeda motor pada semester II 2026 terdongkrak oleh daya beli masyarakat dari sektor pertanian.
"Kalau kita baca pasar di Jawa Timur banyak sekali variabel dan sinyalnya. Daya beli di daerah rural relatif masih oke. Kami mengalami peningkatan penjualan, khususnya pada kategori masyarakat yang berpenghasilan dari sektor pertanian," ujar Presiden Direktur MPM Honda Jatim, Suwito M. saat peluncuran Honda Vario Evo 160 di Surabaya (30/6/2026).

Menurut Suwito, situasi tersebut berbeda dengan kelompok masyarakat yang bergantung pada pendapatan tetap. Penjualan pada segmen itu justru mengalami perlambatan sehingga memengaruhi capaian pasar secara keseluruhan.

Meski demikian, kondisi hingga akhir semester I masih relatif setara dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan pada satu sektor masih dapat ditutup oleh peningkatan permintaan dari wilayah pedesaan yang didominasi aktivitas pertanian.

"Kalau kita baca lagi, sektor yang sifatnya fixed income justru mengalami penurunan. Overall sampai satu semester ini memang sedikit kurang menggembirakan. Tetapi kondisinya masih hampir mirip dengan penjualan semester pertama tahun lalu karena terbantu oleh sektor pertanian," katanya.

MPM Honda Jatim melihat peluang lebih besar pada semester II 2026. Memasuki musim panen berbagai komoditas, perusahaan memperkirakan daya beli masyarakat di kawasan pedesaan tetap terjaga.

Komoditas seperti padi, jagung, hingga tembakau diperkirakan menjadi penggerak perputaran ekonomi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Harga hasil panen yang relatif baik juga dinilai ikut menjaga kemampuan masyarakat untuk melakukan pembelian, termasuk kendaraan roda dua.

"Semester kedua merupakan puncak panen berbagai komoditas, mulai padi, jagung, hingga tembakau. Kami bersyukur harga komoditas relatif baik sehingga daya beli masyarakat dari sektor pertanian juga cukup baik. Ini yang sangat menopang penjualan kami tahun ini," ujar Suwito.

Ia berharap kondisi ekonomi pada kelompok pekerja bergaji tetap dapat membaik sehingga pasar sepeda motor memperoleh tambahan dorongan pada paruh kedua tahun ini.

Dengan melihat perkembangan tersebut, MPM Honda Jatim menargetkan capaian penjualan semester II dapat melampaui hasil tahun sebelumnya. Optimisme itu didasarkan pada besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Jawa Timur, terutama di wilayah yang masih didominasi aktivitas agraris.

Momentum tersebut juga menjadi bekal bagi MPM Honda Jatim setelah memperkenalkan New Honda Vario Evo 160 di Jawa Timur. Produk baru itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan skutik premium sporti untuk menunjang mobilitas sehari-hari, seiring membaiknya aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
LihatTutupKomentar