SUARAJATIM — Sebanyak 83 tower transmisi yang menjadi bagian dari infrastruktur PLTP Ijen Unit #1 kini resmi masuk dalam pengelolaan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM). Aset tersebut menjadi jalur penting untuk menyalurkan listrik dari pembangkit panas bumi berkapasitas 34 megawatt (MW) di Banyuwangi.
"Kerja sama yang baik antara PT MCG dan PLN telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam penyelesaian proyek PLTP Ijen Unit #1. Kami mengapresiasi sinergi yang telah terbangun dan berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan energi panas bumi dan energi bersih di Indonesia," ujar Direktur Utama PT Medco Cahaya Geothermal (PT MCG) Femi Firsadi Sastrena.
Serah terima aset Special Facilities tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset Special Facilities (BA STASF) antara PLN UIT JBM dan PT MCG di Sidoarjo, Selasa (11/8).
Dalam proses tersebut, PLN UIT JBM secara resmi menerima pengelolaan 83 tower transmisi SUTT 150 kV PLTP Ijen-Banyuwangi serta 2 bay line di Gardu Induk (GI) 150 kV Banyuwangi.
Bagi sistem kelistrikan, jumlah tower tersebut punya arti penting. Infrastruktur transmisi menjadi jalur yang menghubungkan listrik hasil pembangkitan panas bumi dengan sistem kelistrikan yang lebih luas.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, serah terima aset menjadi tahapan penting setelah pembangunan infrastruktur pendukung PLTP Ijen selesai.
"Serah terima 83 tower transmisi SUTT 150kV PLTP Ijen-Banyuwangi dan 2 bay line di GI 150kV Banyuwangi ini bukan hanya menjadi penanda selesainya salah satu tahapan proyek, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab PLN UIT JBM untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara secara optimal. Keandalan jaringan transmisi menjadi kunci agar energi yang dihasilkan PLTP Ijen dapat disalurkan secara aman dan berkelanjutan kepada sistem kelistrikan," ujar Ika.
PLTP Ijen Unit #1 sendiri dikelola PT MCG dengan kapasitas 34 MW. Pembangkit ini menjadi salah satu sumber listrik panas bumi di Jawa Timur dan bagian dari pengembangan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Perjalanan proyek special facilities tersebut berlangsung sejak 2024. Tahap awal ditandai kick off meeting pada November 2024. Setelah itu, PLTP Ijen mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2025. Tahapan berikutnya berlanjut hingga serah terima aset kepada PLN UIT JBM pada Agustus 2026.
Ika menyebut pengelolaan aset transmisi setelah serah terima akan diarahkan pada pengoperasian dan pemeliharaan sesuai standar yang berlaku. Faktor tersebut penting untuk menjaga jalur penyaluran listrik tetap andal.
"PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik yang andal, tetapi juga terus mendorong terwujudnya sistem kelistrikan yang semakin hijau. Masuknya energi panas bumi dari PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan merupakan langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat bauran energi bersih di Indonesia," tambahnya.
Dengan kapasitas 34 MW, PLTP Ijen menambah sumber pembangkitan panas bumi dalam sistem kelistrikan Jawa Timur. Infrastruktur transmisi yang kini dikelola PLN menjadi bagian penting agar energi dari pembangkit tersebut dapat disalurkan melalui jaringan secara aman.
Serah terima 83 tower dan dua bay line juga menandai beralihnya tanggung jawab pengoperasian serta pemeliharaan fasilitas transmisi kepada PLN UIT JBM. Pengelolaan aset ini akan menjadi bagian dari pekerjaan PLN dalam menjaga keandalan jaringan yang terhubung dengan PLTP Ijen.
![]() |
| PLN UIT JBM dan PT MCG menandatangani serah terima aset 83 tower transmisi PLTP Ijen-Banyuwangi di Sidoarjo. |
Serah terima aset Special Facilities tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset Special Facilities (BA STASF) antara PLN UIT JBM dan PT MCG di Sidoarjo, Selasa (11/8).
Dalam proses tersebut, PLN UIT JBM secara resmi menerima pengelolaan 83 tower transmisi SUTT 150 kV PLTP Ijen-Banyuwangi serta 2 bay line di Gardu Induk (GI) 150 kV Banyuwangi.
Bagi sistem kelistrikan, jumlah tower tersebut punya arti penting. Infrastruktur transmisi menjadi jalur yang menghubungkan listrik hasil pembangkitan panas bumi dengan sistem kelistrikan yang lebih luas.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, serah terima aset menjadi tahapan penting setelah pembangunan infrastruktur pendukung PLTP Ijen selesai.
"Serah terima 83 tower transmisi SUTT 150kV PLTP Ijen-Banyuwangi dan 2 bay line di GI 150kV Banyuwangi ini bukan hanya menjadi penanda selesainya salah satu tahapan proyek, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab PLN UIT JBM untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara secara optimal. Keandalan jaringan transmisi menjadi kunci agar energi yang dihasilkan PLTP Ijen dapat disalurkan secara aman dan berkelanjutan kepada sistem kelistrikan," ujar Ika.
PLTP Ijen Unit #1 sendiri dikelola PT MCG dengan kapasitas 34 MW. Pembangkit ini menjadi salah satu sumber listrik panas bumi di Jawa Timur dan bagian dari pengembangan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Perjalanan proyek special facilities tersebut berlangsung sejak 2024. Tahap awal ditandai kick off meeting pada November 2024. Setelah itu, PLTP Ijen mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2025. Tahapan berikutnya berlanjut hingga serah terima aset kepada PLN UIT JBM pada Agustus 2026.
Ika menyebut pengelolaan aset transmisi setelah serah terima akan diarahkan pada pengoperasian dan pemeliharaan sesuai standar yang berlaku. Faktor tersebut penting untuk menjaga jalur penyaluran listrik tetap andal.
"PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik yang andal, tetapi juga terus mendorong terwujudnya sistem kelistrikan yang semakin hijau. Masuknya energi panas bumi dari PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan merupakan langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat bauran energi bersih di Indonesia," tambahnya.
Dengan kapasitas 34 MW, PLTP Ijen menambah sumber pembangkitan panas bumi dalam sistem kelistrikan Jawa Timur. Infrastruktur transmisi yang kini dikelola PLN menjadi bagian penting agar energi dari pembangkit tersebut dapat disalurkan melalui jaringan secara aman.
Serah terima 83 tower dan dua bay line juga menandai beralihnya tanggung jawab pengoperasian serta pemeliharaan fasilitas transmisi kepada PLN UIT JBM. Pengelolaan aset ini akan menjadi bagian dari pekerjaan PLN dalam menjaga keandalan jaringan yang terhubung dengan PLTP Ijen.

