Pegadaian Gandeng Pengrajin Emas Lumajang, Buka Layanan Reparasi hingga Custom

SUARAJATIM – PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya memperluas pemberdayaan pengrajin emas di Lumajang melalui program Pande Emas. Program ini membuka ruang bagi pengrajin lokal untuk mengembangkan layanan reparasi, restorasi, hingga customisasi perhiasan emas.
Pegadaian Kanwil Surabaya mengembangkan program Pande Emas bersama pengrajin emas di Lumajang
Kick Off dan Sosialisasi Pande Emas Kanwil Surabaya digelar di Kabupaten Lumajang pada 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pegadaian Kanwil Surabaya dan Kantor Area Probolinggo.

Dari Kanwil Surabaya hadir Fajar Yudi Akmoko selaku Kepala Bagian TJSL. Sementara dari Kantor Area Probolinggo hadir Nurhayanto selaku Deputy Bisnis Area Probolinggo.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan Pande Emas menjadi salah satu program Pegadaian untuk memperkuat kapasitas pengrajin emas di daerah.

“Pande Emas menjadi salah satu wujud komitmen Pegadaian dalam menciptakan nilai bersama melalui pemberdayaan pengrajin emas. Kami berharap kehadiran program ini dapat memperkuat kapasitas dan eksistensi para pengrajin lokal, sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem layanan emas yang semakin terintegrasi,” ujar Ahmad Zaenudin.

Menurut Ahmad, Lumajang memiliki potensi yang baik sehingga pengembangan Pande Emas di daerah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi pengrajin lokal.

“Lumajang memiliki potensi yang baik, sehingga kami optimistis program ini dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” lanjutnya.

Program Pande Emas merupakan inisiatif Creating Shared Value (CSV) Pegadaian yang menyasar pengrajin emas sebagai bagian dari pengembangan layanan bullion.

Dalam pelaksanaannya, pengrajin yang terlibat dapat menyediakan layanan purna jual perhiasan emas, mulai dari reparasi, restorasi, hingga customisasi.

Kepala Bagian TJSL Kanwil Surabaya Fajar Yudi Akmoko mengatakan keberadaan Pande Emas diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Pegadaian dan pengrajin emas.

“Program Pande Emas merupakan bentuk komitmen Pegadaian untuk menciptakan nilai bersama dengan memberdayakan pengrajin emas. Kami berharap program ini dapat memperkuat eksistensi pengrajin lokal sekaligus mendukung kebutuhan layanan purna jual Pegadaian,” ujar Fajar.

Saat ini, Pande Emas telah dikembangkan di delapan Kantor Wilayah Pegadaian, yakni Balikpapan, Makassar, Manado, Bandung, Denpasar, Semarang, Surabaya, dan Palembang.

Bagi Kanwil Surabaya, Lumajang menjadi titik ketujuh dalam rangkaian Kick Off dan Launching Pande Emas. Pemilihan wilayah tersebut membuka peluang kerja sama lebih luas dengan pengrajin emas setempat.

Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat layanan setelah transaksi emas, khususnya dalam pemeliharaan dan pengembangan perhiasan yang dimiliki masyarakat.

Dengan masuknya Lumajang dalam rangkaian pengembangan Pande Emas, Pegadaian Kanwil XII Surabaya berharap semakin banyak pengrajin lokal yang memiliki ruang untuk mengembangkan usahanya sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan perhiasan emas.
LihatTutupKomentar