Siapkan Tenaga Terampil, Pemprov Jatim Gandeng PTN

Dengan menggandeng perguruan tinggi negeri (PTN), Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan tenaga terampil untuk mengurangi angka pengangguran. 




Surabaya, Suarajatim.com - Pakde Karwo mengatakan, tenaga kerja baru di Jatim pada Tahun 2018 nanti diperkirakan berjumlah 326.629 orang. Bila tidak disiapkan dari sekarang, maka tenaga kerja baru tidak terdidik atau unskilled bisa menjadi pengangguran. "Mereka bisa menjadi beban kriminalitas di perkotaan," ungkapnya.


"Kami akan menggandeng beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk mengampu beberapa SMK serta menyiapkan pelatihan dan kurikulum berbasis industri bagi siswa," terang Gubernur Jatim Soekarwo dalam Rapat Kerja Rektor dan Wakil Rektor PTN se-Jatim di Auditorium Rektorat lantai 11 Universitas Negeri Surabaya/Unesa.

Tak sebatas itu, dari 1.663 SMK swasta di Jatim, sebanyak 1.294 SMK belum bersertifikat. Keberadaan PTN di sini diharapkan mampu mengampu dan memberi pelatihan bagi guru-guru SMK sehingga standar lulusannya naik menjadi standar internasional. "Kami akan membuat MoU dengan PTN dan ini akan mulai Tahun 2018,” katanya.

Pakde Karwo mencontohkan, beberapa kerjasama dengan PTN diantaranya bidang kesehatan dengan Universitas Airlangga Surabaya dan pelatihan di BLK milik Unesa di Kampus Ketintang.

Dalam bidang kesehatan misalnya, bidan bisa belajar sesuatu yang unik seperti akupuntur. "Yang unik seperti ini bisa dikembangkan pada tataran internasional," katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Pakde Karwo, terus mengembangkan pendidikan program vokasi yang memiliki konsep link and match antara pelaku industri dengan SMK. Dengan konsep seperti ini, pelajar SMK bisa memiliki akses untuk belajar langsung di perusahaan-perusahaan tersebut. Program ini sendiri telah berjalan.

Ditambahkan, kerjasama peningkatan kualitas SDM ini juga dilakukan melalui kerjasama dengan 29 perusahaan Jerman. Melalui program magang, maka siswa SMK bisa belajar langsung di perusahaan tersebut.

Peningkatan kualitas SDM dengan mewujudkan tenaga kerja terampil ini sebagai bagian dari upaya menaikkan pendapatan per kapita masyarakat Jatim. Dimana, saat ini pendapatan per kapita Jatim sekitar 3.570 USD.

Selain itu, upaya ini dilakukan agar Jatim tidak terjebak dalam middle income trap. Oleh karena itu, industri yang memberikan nilai tambah tinggi harus didukung dengan kualitas SDM yang baik.

Targetnya, tahun 2019 pendapatan per kapita Jatim sebesar 4.622 USD. "Ini harus dipikirkan serius, bila tidak pendapatan ini bisa terus turun," pesan Pakde Karwo.
Share on Google Plus

About Suara Jatim

Suarajatim.com adalah portal berita yang memfokuskan sentra informasi tentang Jawa Timur dengan tidak menghilangkan topik-topik terhangat di lintasan nasional.