Etika Komunikasi Jadi Bekal 100 Peserta Diksar Cemara di Surabaya

SUARAJATIM - Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan I Tahun 2026 yang digelar Cemara Cakrawala Indonesia (Cemara) bersama Cemara Siaga Komunikasi (Cesko) di Hotel Gold Vitel, Surabaya. Kegiatan ini menjadi tahap awal pembinaan bagi calon anggota agar memiliki pemahaman yang sama mengenai organisasi, etika komunikasi, serta nilai-nilai kebangsaan sebelum terlibat dalam berbagai program sosial.
Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah mengikuti Pendidikan Dasar Angkatan I Cemara Cakrawala Indonesia di Surabaya.
"Diksar Cemara Cakrawala Indonesia menjadi sarana pembentukan karakter setiap anggota. Sehingga mampu menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai komunikator yang profesional, beretika, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Pembina sekaligus Pendiri Cemara Cakrawala Indonesia, Dr. Doddy Poernamadjaja, S.H., M.H.
Komunitas Komunikasi Ini Andalkan Aplikasi Digital untuk Bantu Ambulans hingga Sebarkan Informasi Darurat
Peserta yang mengikuti pendidikan dasar berasal dari beragam profesi, usia, pengalaman, dan wilayah. Melalui pembekalan tersebut, seluruh anggota diarahkan memiliki kesamaan visi, pola pikir, serta tata cara berkomunikasi ketika menjalankan aktivitas organisasi maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman organisasi, Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), tata tertib, etika administrasi, etika berorganisasi, etika komunikasi, disiplin, hingga nilai-nilai nasionalisme. Seluruh materi menjadi bekal dasar sebelum anggota mengikuti pendidikan lanjutan sesuai bidang yang diminati.

Ketua Umum Cemara, Danu Wahyono Suwito, mengatakan organisasi memiliki berbagai kegiatan rutin yang dijalankan setiap hari. Informasi yang diterima anggota kemudian menjadi dasar pelaksanaan berbagai kegiatan sosial melalui Cemara Siaga Komunikasi (Cesko).

"Setiap anggota yang mengikuti Pendidikan Dasar diharapkan mampu menerapkan etika dalam administrasi, etika dalam berorganisasi, serta etika dalam berkomunikasi. Sehingga dapat menjadi komunikator yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan masyarakat," kata Danu.

Menurut Danu, berbagai kegiatan sosial telah dilaksanakan bersama sejumlah instansi, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan lembaga lainnya. Informasi yang diterima melalui jaringan komunikasi organisasi akan direspons sesuai bidang tugas masing-masing sehingga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selain memahami organisasi, peserta juga dikenalkan pada sistem komunikasi digital yang digunakan Cemara. Organisasi memanfaatkan teknologi Push to Talk over Cellular (POC) melalui aplikasi Zello sehingga komunikasi antaranggota dapat berlangsung secara nasional menggunakan telepon pintar tanpa bergantung pada radio analog.

Sekretaris Jenderal Cemara sekaligus Ketua Panitia Diksar, Deni Arifin, S.Sos.I., S.E., menjelaskan seluruh calon anggota harus melewati tahapan pendaftaran melalui situs resmi organisasi. Data yang masuk akan diverifikasi oleh Tim Keanggotaan sebelum peserta mengikuti Pendidikan Dasar.

"Pendaftaran bisa melalui situs resmi Cemara. Calon anggota melakukan registrasi secara daring, kemudian data yang masuk akan diverifikasi oleh Tim Keanggotaan. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, calon anggota diwajibkan mengikuti Diksar sebagai tahapan awal pembinaan," jelas Deni.

Setelah menyelesaikan Pendidikan Dasar, anggota dapat mengikuti berbagai program lanjutan sesuai minat dan kemampuan. Organisasi menyediakan pembinaan di bidang siaga bencana, rescue, serta kegiatan kemanusiaan yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
LihatTutupKomentar