Mie Bola Mas Gandeng Pemkot Pasuruan Bagikan 4000 Hand Sanitizer Gratis

Mie Bola Mas Bagikan Hand Sanitizer
Kegiatan yang turut dihadiri Raharto Teno Prasetyo selaku Plt Walikota Pasuruan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada para pedagang di pasar

Pasuruan, Suarajatim.com - Virus Covid-19 atau virus Corona telah mewabah di seluruh wilayah Indonesia, tak  terkecuali di Jawa Timur. Berdasarkan data yang diperoleh dari infocovid19.jatimprov.go.id, per tanggal 22 Maret 2020, tercatat 41 orang positif terinfeksi Covid-19, 88 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 999 orang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di seluruh Jawa Timur.


Khusus di kota Pasuruan sendiri, tercatat 3 orang berstatus ODP per tanggal 22 Maret 2020. Meski belum ada yang dinyatakan positif terinfeksi, semua pihak di kota Pasuruan perlu terlibat dalam upaya pencegahan agar dampak virus Covid-19 tidak semakin meluas.

Baca: Positif Corona di Jatim Bertambah, Satgas Percepat Tracking Orang Beresiko

Untuk itu, Perusahaan Mie Kering Bola Mas bekerjasama dengan Pemerintah Kotamadya Pasuruan mengadakan kegiatan pembagian Hand Sanitizer gratis kepada para pedagang di pasar tradisional kota Pasuruan.
mie bola mas
Produk mie Bola Mas

“Ada 4000 botol Hand Sanitizer yang kami bagikan. Mengingat saat ini Hand Sanitizer cukup langka dan mahal di pasaran padahal masyarakat sangat membutuhkan,” ujar Cipto Suwarno selaku owner Mie Bola Mas.

Selain membagikan Hand Sanitizer secara gratis, kegiatan yang turut dihadiri Raharto Teno Prasetyo selaku Plt Walikota Pasuruan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada para pedagang di pasar tradisional tentang hidup bersih dan sehat terutama di masa penyebaran virus Corona seperti saat ini.

Melalui kegiatan ini, Mie Bola Mas berharap dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan dampak virus Corona sekaligus mengedukasi masyarakat kota Pasuruan, khususnya para pedagang di pasar tradisional, agar semakin peduli akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, jumlah penderita virus Corona dapat diminimalisir dan aktivitas di kota Pasuruan dapat berjalan normal kembali.

Video 
LihatTutupKomentar