-->

Merasa Tak Mendapat Keadilan dari Prinsipal, Mr President Akan Hadapi Sendiri Mulyanto Soal Order Corolla PT Siantar Top

Mr President saat press conference dengan awak media di Warung Tretes (14/10)

Surabaya, Suara Jatim - Royce, Mr President Liek Motor mengeluhkan ketidak-adilan yang dialaminya perihal transaksi penjualan mobil Toyota Corolla Cross Hybrid yang dipesan oleh PT Siantar Top sebagai pembeli.


Mr President mengatakan bahwa diler Liek Motor pimpinan Mulyanto memasukkan penawaran harga lebih murah Rp 10 juta di bawah harga yang sudah disepakati antara dirinya dengan PT Siantar Top.

Hal ini tentu menyebabkan PO (Purchased Order) pemesanan Corolla Cross Hybrid seharga Rp497.500.000 dari PT Siantar Top kepada Liek Motor pimpinan Royce beralih kepada Liek Motor pimpinan Mulyanto. Seperti yang dikatakan Mr President hari ini (14/10) di Warung Tretes, Ketintang.

"21 September 2020 saya sudah melakukan negosiasi dengan bapak Budi Lim dari PT Siantar Top untuk transaksi Toyota Corolla Cross Hybrid warna Grey, deal dengan harga Rp497.500.00. Bahkan mobil bekasnya sudah kami ambil sebagai langkah trade-in (tukar tambah). Yaitu Honda HRV senilai Rp183 juta," jelas Mr President.

"Nah pada hari Jumat 25 September 2020 pak Budi mendapat penawaran dari Liek Motor pimpinan Mulyanto dengan harga Rp10 juta di bawah saya," lanjut Mr.

"Tentu saya berikan Jaminan Harga Terbaik kepada pak Budi, bila ada yang lebih murah saya ikuti dan saya tambahi lagi Rp500 ribu asalkan ada buktinya. Dan buktinya sudah dikirimkan oleh pak Budi kepada kami."

Mr President merasa kesal karena sudah mengawal proses penawaran hingga negosiasi dan mobil bekas customer sudah dibeli, Liek Motor pimpinan Mulyanto tiba-tiba datang tinggal banting harga.

Sudah banyak masalah perselisihan dirinya dengan Mulyanto. "Mulai urusan tangga SATUDEALER sampai penyerobotan transaksi rumah di Jalan Prof Soepomo I/49 Surabaya." Urusan terakhir inilah yang membuat Mr President berniat membawa masalah ini ke prinsipal.

Menurut Mr President, masalah ini sudah diadukan kepada prinsipal PT TAM selaku pemangku kebijakan. "Sudah saya blow-up di Annual Meeting 7 Oktober 2020 yang dihadiri President Direktur TAM dan sudah didengar oleh pak Diky Zulkarnaen (Area 3 GM TAM) namun sampai sekarang belum ada respon yang positif."

"Saya berharap ada surat proteksi dari prinsipal agar kami bisa melanjutkan menyuplai barang ke konsumen. Kalau dibiarkan seperti ini ya terpaksa saya harus mendapatkan keadilan sendiri di jalanan. Saya akan hadapi Liek Motor pimpinan Mulyanto dengan cara apapun." tutup Mr President.

Berikut isi rekaman wawancara dengan Mr President: (untuk mendengarkan pilih Listen in Browser)
Berita terkait:
  1. Mr President Menduga Mulyanto Menyerobot Transaksi Rumah Jalan Prof Soepomo SH I/49 Menggunakan Jasa Pengacara Roi 
  2. Pengacara Roi harusnya mengurusi ahli waris secara internal di keluarga Iin Dewi Kurniawati karena pengacara Roi sendiri yang mengakui tidak ada hubungannya dengan pembeli
  3. Pengacara Ricky Hanytia Akan Membantu Iin Dewi Urus Hak Waris
  4. Merasa Tak Mendapat Keadilan dari Prinsipal, Mr President Akan Hadapi Sendiri Mulyanto Soal Order Corolla PT Siantar Top
  5. Mr President Ancang-ancang Eksekusi Mulyanto: Satpam Kantor Jangan Ikut Campur 
  6. Ingin Dapat Klarifikasi, Mr President Datangi Rumah Iin Dewi di Jalan Prof Soepomo I/49 Surabaya
  7. Aparat Seharusnya Melayani Rakyat, Bukan Maling. Royce Tak Gentar Meski Mulyanto Banyak Beking 
  8. Transaksi Batal Mr President Larang Karyawan Liek Motor Kongkow di Warung ‘Orange’
  9. Selalu Dibilang Tak Berada di Rumah, Mr President Memblokir Akses Pintu Rumah Iin Dewi Sampai Transaksi Berlanjut. Batal Sudah Terlambat
  10. Mediasi Temui Jalan Buntu, Iin Dewi Tetap Tidak Lanjutkan MOU. Mr President Marah dan Pukul Temboknya  
  11. Perang Tembok: Pesan Mr President untuk Fandi
  12. Pasca Mediasi Buntu, Pesan untuk Hakim Ketua Bila Sampai Terjadi Sidang: Royce Menjalankan Sila ke-2 Pancasila
  13. Darah Lebih Kental Daripada Air. Mulyanto Wajib Mendukung Mr President Menghadapi Fandi, Atau Hanya Akan Menemuinya di Penjara
LihatTutupKomentar