Rizki Hamdani, Pemuda Pencetus Pertanian Zero Waste Peraih Astra Award

Rizki Hamdani Jombang

Jakarta, Suarajatim.com - Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara yang unik karena selain menjadi negara maritim, juga merupakan negara agraris.

Sebagai negara agraris, Indonesia mempunyai lahan subur untuk lahan pertanian. Akan tetapi, minat generasi muda di bidang pertanian tak setinggi sektor lain yang kekinian.

Masih ada seorang pemuda asal #Jombang, Jawa Timur, yang masih mau berkontribusi di bidang cocok tanam. Dialah Rizki Hamdani, sebagai penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2020 di bidang lingkungan.

Baca: Galih Suci Pratama, Rangkul Guru Majukan Kualitas Pendidikan

Rizki berani melakukan perubahan kecil di lingkungan sekitarnya, namun memberi perbedaan yang signifikan.

Pada Inspiranation with 12th SATU Indonesia Awards 2021 bertema “Ayo Peduli Masa Depan Bumi” yang digelar virtual oleh Astra bekerja sama dengan Young On Top pada hari ini (25/6), Rizki hadir sebagai pembicara bersama narasumber lainnya.

Founder Seasoldier Nadine Chandrawinata serta Plt. Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Arif Zulkifli yang juga merupakan juri 12th SATU Indonesia Awards 2021 serta Iyas Lawrence sebagai host.

Diskusi antar-pembicara membahas tentang isu lingkungan dari berbagai sudut pandang sangat menarik sepanjang acara berlangsung.

“Kita sebagai manusia mempunyai tugas untuk menjaga bumi ini. Karena kita yang menikmati bumi ini, kita juga harus bisa menjadi penyelamatnya. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa kewajiban manusia adalah menjaganya,” tutur Nadine yang fokus berkomitmen untuk memberikan aksi nyata dalam menyebarkan virus ramah lingkungan melalui sebuah yayasan dan gerakan bernama SeaSoldier.

Baca: Peringati Sumpah Pemuda: Astra Kucurkan Dana Pembinaan untuk 11 Pemuda Berprestasi

Senada dengan Nadine, yang dilakukan Rizki menggagas Kelompok Santri Tani Milenial yang menerapkan pengelolaan lahan pertanian ramah lingkungan melalui Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System) dengan melibatkan santri-santri muda di Jombang, Jawa Timur.

Sistem pertanian dengan prinsip zero waste tersebut mampu mengubah limbah pertanian menjadi pakan ternak, bahan baku pestisida, hingga pupuk organik.

Melihat kontribusi nyata dari dua pembicara tersebut, Arif Zulkifli percaya bahwa di luar sana masih terdapat banyak generasi muda yang peduli akan masa depan lingkungan hidup.

“Apa yang disampaikan Nadine dan Rizki tadi menurut saya luar biasa karena di tengah kondisi saat ini, ternyata masih ada orang-orang yang memiliki kepedulian begitu besar terhadap lingkungan ini dan kita membutuhkan lebih banyak lagi orang-rang seperti itu,” ungkap Arif.

Peningkatan Kualitas Hidup Santri Tani
Kelompok Santri Tani Milenial merupakan kelompok wirausaha sosial yang diinisiasi oleh Rizki Hamdani untuk memberdayakan perekonomian santri secara mandiri di sejumlah pondok pesantren di Jombang melalui sektor agribisnis.

Melalui wadah tersebut, Rizki ingin meyakinkan generasi muda bahwa dunia pertanian dan peternakan bisa menjadi alternatif pekerjaan pada masa depan yang dapat memberikan penghasilan yang baik. Sejumlah cara dilakukan Rizki untuk menarik minat para santri agar terlibat dalam program ini, salah satunya dengan mengajak mereka untuk melakukan simulasi beternak atau bertani.

“Para santri yang berminat akan diminta untuk membuat program dan mempresentasikannya kepada pengasuh pondok pesantren. Setelah usulannya dianggap layak, pengasuh pondok pesantren akan memberi modal untuk budidaya. Kemudian, santri itu bisa mulai membeli semua kebutuhan ternak atau taninya sendiri,” ujarnya.

Saat tiba waktunya panen, para santri akan diminta berbagi keuntungan untuk infak, badan usaha pesantren, dan investor. Keuntungan selebihnya bisa disimpan oleh para santri untuk tabungan. Jika merugi, santri tak diminta sepeser pun untuk mengembalikan modal. Rizki menilai strategi ini bisa menarik minat para santri untuk mencoba menjadi wirausaha dan menekuni pertanian dan peternakan.

Untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar, Rizki juga memutus mata rantai distribusi perdagangan yang terlalu panjang. Contohnya, apabila sebelumnya para santri perlu menjual hasil panen ke pengepul, sekarang mereka bisa langsung menjualnya ke rumah pemotongan.

Dari hasil kerja kerasnya tersebut, sudah lebih dari 40 kelompok santri tani yang masing-masing beranggotakan 20 orang berhasil mencapai peningkatan pendapatan dengan omzet ratusan juta rupiah perbulan hingga Agustus tahun lalu.

Rizki berharap program Kelompok Santri Tani Milenial bisa terus berjalan di sejumlah pesantren dan bisa menjangkau lebih banyak lagi santri yang terampil dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Sama seperti tahun sebelumnya, SATU Indonesia Awards menjaring anak muda di seluruh penjuru Indonesia yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya. Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori kelompok yang mewakili ke lima bidang tersebut.

Pada tahun ini, Astra kembali memberikan tambahan kategori apresiasi khusus pejuang tanpa pamrih di masa pandemi. 12th SATU Indonesia Awards 2021 berharap dapat menjaring lebih dari 10.000 pendaftar dengan target 80% dari pendaftar yang lolos pada seleksi administrasi tahap awal.

Penerima apresiasi tingkat nasional dan apresiasi khusus masing-masing akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp60 juta serta pembinaan kegiatan.

Informasi lengkap serta pendaftaran yang dibuka hingga 2 Agustus 2021 dapat dilihat di www.satu-indonesia.com.

Semangat Rizki Hamdani bersama generasi muda lainnya dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa.(*)
LihatTutupKomentar
close
cicilan yamaha dp 0