PLN Lakukan Peningkatan Kapasitas Tegangan pada IBT 1 GI Banaran Kediri

  • PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur & Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun melaksanakan Uprating Trafo pada Interbus Trafo (IBT) 1 150/70 kV GI Banaran, Kediri (03/11). Langkah ini dilakukan demi meningkatkan kapasitas trafo sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kediri dan sekitarnya yang terus meningkat.

Kediri, Suarajatim.com - Demi meningkatkan keandalan penyaluran listrik agar dapat mendukung kegiatan masyarakat, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur & Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun melaksanakan Uprating Trafo pada Interbus Trafo (IBT) 1 150/70 kV GI Banaran, Kediri pada Kamis (03/11).


Uprating trafo adalah peningkatan kapasitas trafo agar pelanggan mendapatkan kualitas tegangan listrik yang lebih optimal. Hal ini dilakukan karena kebutuhan listrik di Daerah Kediri dan sekitarnya yang terus meningkat.


“Tujuan peningkatan kapasitas penyaluran ini adalah untuk fleksibilitas operasi dan meningkatkan keandalan kelistrikan di Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung yang semakin berkembang. Sebelumnya trafo memiliki kapasitas 35 MVA, dan saat ini sudah ditingkatkan menjadi 100 MVA,” jelas Didik F. Dakhlan, General Manager PLN UIT JBM.


Lebih lanjut Didik menjelaskan, proyek yang melibatkan 27 personil tersebut dikerjakan selama 3 hari yakni 1-3 November 2022 tanpa menyebabkan pemadaman listrik di sisi pelanggan. “Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan serta mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dengan listrik yang andal," lanjut Didik.

Di lokasi berbeda, Manager UPT Madiun, Nur Fajar Fardiansyah Umar, menjelaskan komitmen PLN dalam menyediakan tenaga listrik yang andal kepada seluruh pelanggan guna mendorong kegiatan ekonomi.


“Pemeliharaan material dan peningkatan kualitas sistem kelistrikan merupakan hal yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Mengingat saat ini listrik adalah salah satu faktor penting dalam mewujudkan banyak harapan masyarakat," kata Nur Fajar.

LihatTutupKomentar