Ide Brilian Biomassa, AI, dan Mikroalga: Jadi Pemenang Kompetisi Samsung Solve for Tomorrow

pemenang samsung solve for tomorrow

Suarajatim.com - Setelah menjalani serangkaian kompetisi dan pelatihan, program Samsung Solve for Tomorrow (SSFT) berhasil menciptakan solusi inovatif untuk menanggapi permasalahan pendidikan dan keberlanjutan di masyarakat.


Tim Dasher dari Madrasah TechnoNatura Depok, Jawa Barat, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi SSFT di Indonesia. Mereka menciptakan solusi bernama Biomass Gasification, yang memanfaatkan biomassa untuk menghasilkan hidrogen sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Di posisi kedua, tim RGB dari SMA Negeri 8 Jakarta mengembangkan KeywordRBG, sebuah aplikasi pembelajaran yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan unsur permainan (gamification) untuk membuat proses belajar di kelas lebih menarik.

Sementara itu, juara ketiga adalah kelompok Qalam Malaq dari SMA Negeri 78 Jakarta. Mereka menciptakan solusi bernama Microalgae Aquarium (Malaq) yang mengandung mikroalga yang efektif mengubah karbondioksida menjadi oksigen, sebuah solusi yang cocok untuk mengatasi masalah polusi udara di perkotaan.

Para pemenang kompetisi SSFT ini akan menerima hadiah produk-produk dari Samsung. Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah senilai Rp150 juta, runner-up pertama senilai Rp70 juta, runner-up kedua senilai Rp45 juta, dan pemenang People's Choice akan mendapatkan hadiah senilai Rp25 juta.

Dalam era ini, teknologi menjadi "taman bermain" bagi generasi muda, di mana ide-ide kreatif dapat menjadi solusi teknologi yang berarti bagi masyarakat. Sebuah survei telah menunjukkan bahwa 84% dari Generasi Z percaya bahwa teknologi dapat berkontribusi pada pembangunan masa depan yang lebih baik.

SSFT merupakan bagian dari komitmen Samsung Electronics Indonesia untuk memberdayakan inovator muda Indonesia agar mereka dapat berkontribusi pada kemajuan negara dan mempersiapkan masa depan yang cerah. Dengan populasi yang didominasi oleh generasi Z, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang berbakat.

"Samsung Solve for Tomorrow diinisiasi sebagai wadah di mana anak-anak muda didorong dan diberdayakan untuk berani mengemukakan ide-ide mereka untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di dalam komunitas," kata Simon Lee, Presiden Samsung Electronics Indonesia.

Melalui SSFT, Samsung mendorong siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia untuk menjadi inovator sejak dini dengan ide-ide berbasis STEM. Dari 309 ide yang diajukan, terpilih 40 tim semi-finalis yang mengikuti boot camp mentoring dan pelatihan design thinking untuk mengembangkan ide-ide mereka.

Pada babak final, 15 tim finalis mempresentasikan ide-ide mereka dan menjalani wawancara dengan dewan juri yang terhormat, yang mewakili berbagai lembaga termasuk Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Agama, Pusat Penelitian Teknologi Informasi & Komunikasi – Institut Teknologi Bandung, serta tim dari Samsung, yang merupakan pakar di bidangnya, termasuk di bidang STEM.

Banu Pribadi, Head of B2B Innovation Lab – Samsung R&D Indonesia, menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari proses penentuan pemenang SSFT. "Sebagai juri, saya tidak bisa menahan kagum melihat bagaimana anak-anak muda ini dengan berani mengajukan ide-ide yang kreatif untuk menghasilkan perbedaan di komunitas mereka."

Winner Jihad Akbar, S.Si., M.Ak, Plt Direktur SMA di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, mengapresiasi komitmen Samsung yang terus memberdayakan pelajar Indonesia untuk masa depan yang lebih baik. "Samsung Solve for Tomorrow telah menunjukkan bahwa generasi emas kita memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap masalah-masalah krusial di masyarakat."

Muchammad Sidik Sisdiyanto, M.Pd, Plt Direktur KSKK Kementerian Agama, sangat senang bahwa siswa-siswa Madrasah Aliyah diberikan kesempatan melalui SSFT untuk menunjukkan ide dan kreativitas mereka dalam memecahkan masalah-masalah sosial di masyarakat. "Samsung Solve for Tomorrow membuktikan bahwa inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat bisa datang dari siapa saja, asalkan punya keberanian dan kemauan untuk belajar serta memanfaatkan teknologi untuk merancang solusi yang menakjubkan."

LihatTutupKomentar