mie lurus

Merlion School Bertransformasi Menjadi Singapore Intercultural School (SIS) Surabaya

  • Merlion School bekerja sama dengan Singapore Intercultural School dalam membenahi seluruh manajemennya. Dengan demikian, Merlion School pun akan berganti nama jadi SIS Surabaya.

Surabaya, Suarajatim.com – Merlion School Surabaya melakukan transformasi pada seluruh lini manajemennya. Dengan menggaet Singapore Intercultural School (SIS), sejumlah perubahan akan dilakukan mulai dari kurikulum, guru, hingga sistem keuangan. 


Bahkan, Merlion School secara resmi akan berganti nama menjadi SIS Surabaya. Dimana nantinya pemilik Merlion School tidak akan lagi bertindak sebagai pembuat keputusan melainkan sebagai dewan pertimbangan.


Hal tersebut disampaikan oleh Lilin Imam Rahardjo selaku Head of Foundation Merlion School. Ia berharap, transformasi ini dapat membuat sekolahnya semakin maju dan menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik sehingga dapat mencetak generasi bangsa yang kompeten di abad 21.

"Jadi, bagi yang sekarang sudah terdaftar sebagai siswa di Merlion, orang tua murid tidak perlu khawatir karena SPP yang lama akan tetap berlaku sampai lulus, tidak ada perubahan. Ini merupakan komitmen antara SIS dan Merlion. Skema baru hanya berlaku bagi siswa baru yang baru akan mulai mendaftar tahun ini," papar Lilin.


Adapun rata-rata SPP yang nantinya akan diberlakukan di SIS Surabaya adalah sebesar 4.000 sampai dengan 7.000 USD per tahunnya. Atau 61-107 juta rupiah per tahunnya. 


Sekolah SIS sendiri bukan nama baru di dunia pendidikan. Eksistensinya telah dikenal di wilayah Asia Tenggara. Lebih dari 25 tahun SIS mendidik anak-anak di empat negara melalui empat belas sekolah. Diantaranya Jakarta, Malaysia, Myanmar, dan Korea Selatan.


Jaspal Sidhu, Founder & Chairman of SIS Group of Schools mengatakan bahwa SIS fokus pada pengembangan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21.


“SIS dikenal dengan pendekatan pendidikannya yang unik, kurikulum global, dan komitmennya terhadap Pembelajaran Aktif,” kata Jaspal. 


SIS Surabaya menerapkan tiga kurikulum yang diklaim sebagai kurikulum terbaik dunia, yakni Kurikulum Singapura, Cambridge, dan International Baccalaureate. 

“Program unik serta sumber daya manusia dan investasi fasilitas yang kami lakukan di setiap sekolah menjadikan SIS Surabaya menjadi pilihan tepat bagi para orang tua yang ingin memberikan peluang global kepada anak-anak mereka,” terang Jaspal.


Adapun hasil pembelajaran khas SIS antara lain ketekunan, pemikiran analitis, komunikasi dan kolaborasi, serta kewirausahaan dan inovasi.


Guru-guru yang bertugas pun sudah melalui pelatihan sesuai standar SIS dan lingkungan belajarnya pun dirancang dengan matang agar kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar siswa.


“Teknologi di SIS Surabaya bukan sekadar aksesori, melainkan benar-benar terintegrasi dalam sistem pembelajaran, sehingga lulusan siap dengan masa depan," tegas Jaspal.


Teknologi canggih seperti Virtual Reality, Augmented Reality, dan Robotik menjadi bagian integral dari pengalaman belajar, sehingga SIS memastikan lulusannya siap menghadapi masa yang penuh dengan kecanggihan teknologi.


Keunggulan lulusan SIS telah mendapat pengakuan dari lembaga-lembaga terkemuka seperti International Finance and Cooperation (IFC) World Bank dan Capital Finance International (CFI) sebagai pemimpin transformatif dalam bidang pendidikan.


“SIS Surabaya lebih dari sekedar sekolah baru. Ini adalah pintu gerbang yang menjanjikan menuju pendidikan berkualitas di masyarakat. Sehingga, SIS Surabaya dapat menjadi jalan menuju masa depan yang penuh inspirasi bagi anak-anak,” pungkas Jaspal. 

LihatTutupKomentar
close
mayora