Ingin Rayakan Idul Fitri di Palestina, Billal Gowes Sepeda Menembus 14 Negara

  • Billal Higo rela menembus 14 negara dengan sepedanya demi sampai ke Masjid Al Aqsa. Bagaimana perjalanannya?

Suarajatim.com - Tekad yang kuat bisa membuat segalanya menjadi mungkin.  Hal ini dibuktikan oleh Billal Higo, pria 26 tahun berdarah Afrika yang tinggal di Jerman. Ia memiliki keingin kuat untuk menyambangi Palestina.


Alih-alih mengumpulkan uang dan pergi dengan pesawat, Billal memilih cara unik untuk sampai di Al Aqsa, yakni naik sepeda.


Billal Higo adalah seorang muslim asal Jerman. Ia bersepeda dari Munich ke Yerusalem selama dua bulan. 


Sebelum memulai perjalanan, ia mengaku telah berlatih selama 2-3 tahun lamanya.

"Saya ke sini untuk menghabiskan 10 hari terakhir Ramadan di rumah kami. Ya, Masjid Al Aqsa ini bukan hanya rumah bagi rakyat Palestina tapi juga rumah bagi semua muslim di dunia," katanya dikutip dari Instagram @trtworld pada Jumat (12/4).


Untuk sampai di Al Aqsa, Billal harus melewati 14 negara, di antaranya: Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Kosovo, Makedonia, Bulgaria, Turki, Siprus, Yunani, Jordan, dan Palestina.


"Bagi saya perjalanan ini adalah representasi dari kehidupan. Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tapi harus tetap menjalaninya, melakukan yang terbaik, dan percaya pada Allah," ucapnya.

Billal mengakui apa yang dilakukannya tidaklah mudah. Terlebih ia melakukannya sendirian. Bagian tersulit menurutnya bukan soal stamina, tapi justru bagaimana menjaga semangatnya tetap menyala meski dihadapkan dengan berbagai kondisi sulit selama perjalanan.


"Menurutku bagian tersulit adalah soal psikis dan menjaga diri agar tidak terluka. Selain itu, bagian tersulit lainnya adalah harus selalu merawat motivasi walaupun tak jarang keadaan berjalan tidak sesuai rencana," sambungnya.


Bisa sampai ke Al Aqsa merupakan pencapaia besar baginya. Terlebih, ia berulang tahun ke-27 tepat di hari pertama Idul Fitri.


"Bagian terbaik dari perjalanan ini adalah ketika Saya sampai. Ketika kamu merelakan banyak hal untuk sampai ke suatu tempat, kamu akan lebih menghargainya. Saya sudah merelakan uang, waktu, energi, dan kesehatan, maka saya menangis ketika saya akhirnya sampai di tujuan," tutup Billal.

LihatTutupKomentar