SUARAJATIM - Kecepatan layanan publik sering kali bergantung pada hal yang tidak terlihat langsung oleh masyarakat: sistem keuangan di baliknya. Jasa Raharja memilih membenahi sisi ini melalui penerapan Sentralisasi Pembayaran Transaksi Keuangan yang resmi berjalan penuh sejak 1 Oktober 2025. Perubahan ini menggeser cara lama menuju pola kerja yang lebih ringkas dan terkontrol.
![]() |
| Sentralisasi pembayaran transaksi keuangan membuat proses layanan Jasa Raharja lebih cepat dan terkontrol. |
Sentralisasi membuat alur pembayaran tidak lagi tersebar. Proses persetujuan dilakukan terpusat, sementara kantor wilayah dan cabang diarahkan fokus pada kelengkapan serta keabsahan dokumen. Pembagian peran ini membuat pekerjaan lebih jelas dan mengurangi potensi hambatan administratif.
Direktur Keuangan Jasa Raharja, Bayu Rafisukmawan, menyampaikan bahwa perubahan ini menyentuh cara kerja secara menyeluruh.
“Sentralisasi ini lebih dari perubahan sistem, karena merupakan bagian dari transformasi menyeluruh untuk menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, terintegrasi, serta berorientasi pada pelayanan publik yang unggul.”
Sistem terpusat ini dilengkapi dashboard digital yang memungkinkan pemantauan transaksi secara real-time. Data keuangan dapat dianalisis langsung, sehingga pengawasan internal berjalan lebih ketat dan keputusan bisa diambil lebih cepat. Efeknya terasa langsung pada ketepatan penyaluran santunan.
Menurut Bayu, sentralisasi juga memperkuat kontrol keuangan perusahaan.
“Dengan sistem yang tersentralisasi dan terdigitalisasi, seluruh proses keuangan dapat dilakukan lebih transparan dan efisien. Hal ini akan memperkuat kontrol internal serta memastikan penyaluran santunan dan layanan kepada masyarakat berlangsung tepat waktu.”
Perubahan sistem tidak dilepas begitu saja. Jasa Raharja menyiapkan program peningkatan kompetensi pegawai di seluruh Indonesia. Lebih dari 1.600 insan perusahaan terlibat dalam rangkaian townhall, sosialisasi, dan bimbingan teknis agar siap menjalankan pola kerja baru.
Dari sisi tata kelola, sentralisasi memperkuat pengawasan melekat dan audit berbasis risiko. Seluruh transaksi terdokumentasi secara digital dan terintegrasi, sehingga memudahkan evaluasi sekaligus meningkatkan ketepatan perencanaan keuangan.
Pembenahan di lini keuangan ini menjadi fondasi penting agar layanan publik berjalan tanpa jeda. Dengan alur pembayaran yang lebih rapi dan terpantau, Jasa Raharja menempatkan kecepatan serta ketepatan sebagai standar baru dalam melayani masyarakat.

