SUARAJATIM - PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi memulai penjualan New Veloz Hybrid EV di Jawa Timur. Langkah ini menandai perluasan penetrasi kendaraan hybrid Toyota ke segmen Low MPV, yang selama ini didominasi model bermesin konvensional dan menyasar konsumen keluarga dengan sensitivitas harga tinggi.
Peluncuran regional dilakukan di Surabaya pada 9 Februari 2026, tidak lama setelah penjualan nasional dibuka di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 Jakarta. Jawa Timur dipilih karena dinilai sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di luar Jabodetabek dengan karakter pembeli yang kuat di segmen MPV.
“Kami resmi memulai penjualan New Veloz Hybrid EV di Jawa Timur. Kehadirannya memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen mid low dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Laz Marthino, East Java Area Head PT Toyota Astra Motor.
Dari sisi permintaan, respons pasar dinilai cukup positif. Sejak diperkenalkan pertama kali di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, New Veloz Hybrid EV telah mencatatkan inden nasional lebih dari 5.000 unit.
“Untuk Jawa Timur, kontribusinya sekitar 10 persen atau 510 unit. Sebarannya cukup merata, tidak hanya Surabaya, tetapi juga Banyuwangi, Kediri, Jombang hingga Tuban,” ujar Laz.
Secara positioning, Veloz Hybrid EV menjadi satu-satunya Low MPV full hybrid EV yang saat ini tersedia di pasar Indonesia. Toyota memanfaatkan celah tersebut untuk menjangkau konsumen yang ingin beralih ke teknologi hybrid tanpa harus naik ke segmen Medium MPV atau SUV hybrid yang berharga lebih tinggi.
Dari sisi harga, TAM menempatkan Veloz Hybrid EV pada rentang OTR Jawa Timur Rp310 juta hingga Rp397 juta, tergantung varian. Untuk wilayah Surabaya, harga resmi tipe V ditetapkan Rp315 juta, dengan penyesuaian program Hybrid untuk Semua menjadi Rp310 juta.
Masuk ke aspek teknis, New Veloz Hybrid EV menggunakan mesin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device. Mesin ini juga digunakan Toyota Yaris Cross HEV yang sudah lebih dulu beredar di pasar nasional.
Kombinasi mesin bensin dan motor listrik menghasilkan tenaga maksimum hingga 111 PS. Selain performa, efisiensi bahan bakar menjadi poin utama. Berdasarkan pengujian internal TAM, konsumsi bahan bakarnya mencapai 28,9 km/liter, hampir dua kali lipat dibanding Veloz bermesin bensin yang berada di kisaran 13,5–14 km/liter.
Peningkatan efisiensi ini dinilai relevan di tengah sensitivitas konsumen terhadap biaya operasional kendaraan. Selain itu, akselerasi 0–100 km/jam tercatat 11,5 detik, lebih cepat 2,3 detik dibandingkan versi non-hybrid.
Dari sisi fitur, Toyota juga menambahkan Toyota Safety Sense, termasuk Adaptive Cruise Control, serta integrasi T Intouch melalui aplikasi m-TOYOTA untuk pemantauan kendaraan secara real-time selama masa kepemilikan.
“Toyota Hybrid System bekerja otomatis untuk menghasilkan efisiensi yang lebih baik, performa yang halus, serta keandalan jangka panjang,” kata Laz.
New Veloz Hybrid EV ditawarkan dalam empat varian, yakni 1.5 V HV, 1.5 Q HV, 1.5 Q HV Modelista, dan 1.5 Q HV TSS Modelista. Interior didominasi warna hitam dengan pendekatan desain fungsional untuk penggunaan harian.
“Serah terima unit perdana kami targetkan pada akhir Februari. Harapannya, pada April seluruh indent list yang ada bisa terpenuhi,” tutup Laz.
![]() |
| PT Toyota-Astra Motor memulai penjualan New Veloz Hybrid EV di Jawa Timur, menyasar segmen Low MPV. |
“Kami resmi memulai penjualan New Veloz Hybrid EV di Jawa Timur. Kehadirannya memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen mid low dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Laz Marthino, East Java Area Head PT Toyota Astra Motor.
Dari sisi permintaan, respons pasar dinilai cukup positif. Sejak diperkenalkan pertama kali di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, New Veloz Hybrid EV telah mencatatkan inden nasional lebih dari 5.000 unit.
“Untuk Jawa Timur, kontribusinya sekitar 10 persen atau 510 unit. Sebarannya cukup merata, tidak hanya Surabaya, tetapi juga Banyuwangi, Kediri, Jombang hingga Tuban,” ujar Laz.
Secara positioning, Veloz Hybrid EV menjadi satu-satunya Low MPV full hybrid EV yang saat ini tersedia di pasar Indonesia. Toyota memanfaatkan celah tersebut untuk menjangkau konsumen yang ingin beralih ke teknologi hybrid tanpa harus naik ke segmen Medium MPV atau SUV hybrid yang berharga lebih tinggi.
Dari sisi harga, TAM menempatkan Veloz Hybrid EV pada rentang OTR Jawa Timur Rp310 juta hingga Rp397 juta, tergantung varian. Untuk wilayah Surabaya, harga resmi tipe V ditetapkan Rp315 juta, dengan penyesuaian program Hybrid untuk Semua menjadi Rp310 juta.
Masuk ke aspek teknis, New Veloz Hybrid EV menggunakan mesin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device. Mesin ini juga digunakan Toyota Yaris Cross HEV yang sudah lebih dulu beredar di pasar nasional.
Kombinasi mesin bensin dan motor listrik menghasilkan tenaga maksimum hingga 111 PS. Selain performa, efisiensi bahan bakar menjadi poin utama. Berdasarkan pengujian internal TAM, konsumsi bahan bakarnya mencapai 28,9 km/liter, hampir dua kali lipat dibanding Veloz bermesin bensin yang berada di kisaran 13,5–14 km/liter.
Peningkatan efisiensi ini dinilai relevan di tengah sensitivitas konsumen terhadap biaya operasional kendaraan. Selain itu, akselerasi 0–100 km/jam tercatat 11,5 detik, lebih cepat 2,3 detik dibandingkan versi non-hybrid.
Dari sisi fitur, Toyota juga menambahkan Toyota Safety Sense, termasuk Adaptive Cruise Control, serta integrasi T Intouch melalui aplikasi m-TOYOTA untuk pemantauan kendaraan secara real-time selama masa kepemilikan.
“Toyota Hybrid System bekerja otomatis untuk menghasilkan efisiensi yang lebih baik, performa yang halus, serta keandalan jangka panjang,” kata Laz.
New Veloz Hybrid EV ditawarkan dalam empat varian, yakni 1.5 V HV, 1.5 Q HV, 1.5 Q HV Modelista, dan 1.5 Q HV TSS Modelista. Interior didominasi warna hitam dengan pendekatan desain fungsional untuk penggunaan harian.
“Serah terima unit perdana kami targetkan pada akhir Februari. Harapannya, pada April seluruh indent list yang ada bisa terpenuhi,” tutup Laz.

