SUARAJATIM - Malang memasuki momen Idul Adha 1447 Hijriah dengan banyak kegiatan sosial yang menyentuh sektor pendidikan. Salah satunya datang dari PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali melalui manajemen UPT Malang yang mendatangi Yayasan Hikmah Mata Hati di Jalan Cengger Ayam, Malang.
“Idul Adha mengajarkan bahwa berbagi bukan hanya tentang materi, tetapi juga menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi sesama. Dukungan PLN UPT Malang kepada Yayasan Hikmah Mata Hati merupakan wujud kepedulian kami untuk mendukung akses pendidikan yang inklusif dan setara bagi teman-teman netra,” ujar Manager PLN UPT Malang, Emmy Muflihatun Asana.
Bantuan yang diberikan dipakai untuk mendukung kegiatan belajar hingga pengembangan sarana pembelajaran bagi peserta didik tuna netra binaan yayasan. Langkah ini dilakukan di tengah perhatian terhadap pentingnya akses pendidikan yang lebih ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Yayasan Hikmah Mata Hati selama ini dikenal menjalankan sistem pembelajaran berbasis asesmen kemampuan awal. Metode tersebut membuat peserta didik mendapat pendampingan sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing.
Pola pembelajaran itu membuat proses pendidikan berjalan lebih inklusif. Anak-anak tidak langsung ditempatkan berdasarkan usia, melainkan disesuaikan dengan kemampuan dasar yang dimiliki agar lebih siap mengikuti materi pembelajaran.
“ Kami percaya bahwa pendidikan harus dimulai dari memahami kebutuhan anak, bukan sekadar menempatkan mereka pada jenjang tertentu berdasarkan usia. Dengan pendampingan yang tepat, teman-teman netra dapat tumbuh lebih percaya diri dan siap menempuh perjalanan pendidikan mereka dengan lebih baik,” ungkap Pendiri Yayasan Hikmah Mata Hati, Ibu Citra.
Kegiatan belajar di yayasan tersebut juga diperkuat lewat pemanfaatan teknologi. Yayasan Hikmah Mata Hati menghadirkan Aplikasi Mata Hati sebagai platform pembelajaran Al-Qur’an. Aplikasi itu dilengkapi modul pembelajaran serta website resmi yayasan yang digunakan untuk media edukasi dan penyebaran informasi mengenai pendidikan inklusif.
Di lokasi berbeda, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, mengatakan bahwa program sosial seperti ini terus dijalankan agar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berupaya menghadirkan energi kebaikan bagi lingkungan sekitar. Momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa nilai kepedulian dan gotong royong harus terus dihidupkan, termasuk melalui dukungan terhadap pendidikan inklusif agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Ika Sudarmaja.
Momentum Idul Adha kali ini ikut memperlihatkan bagaimana isu pendidikan inklusif mulai mendapat perhatian lebih luas. Kehadiran bantuan untuk sekolah dan yayasan tuna netra menjadi harapan agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
![]() |
| PLN UPT Malang mendatangi Yayasan Hikmah Mata Hati di Malang untuk membantu kegiatan belajar peserta didik tuna netra menjelang Idul Adha 1447 H. |
Bantuan yang diberikan dipakai untuk mendukung kegiatan belajar hingga pengembangan sarana pembelajaran bagi peserta didik tuna netra binaan yayasan. Langkah ini dilakukan di tengah perhatian terhadap pentingnya akses pendidikan yang lebih ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Yayasan Hikmah Mata Hati selama ini dikenal menjalankan sistem pembelajaran berbasis asesmen kemampuan awal. Metode tersebut membuat peserta didik mendapat pendampingan sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing.
![]() |
| PLN UPT Malang menyerahkan bantuan pendidikan untuk peserta didik tuna netra di Yayasan Hikmah Mata Hati Malang |
“ Kami percaya bahwa pendidikan harus dimulai dari memahami kebutuhan anak, bukan sekadar menempatkan mereka pada jenjang tertentu berdasarkan usia. Dengan pendampingan yang tepat, teman-teman netra dapat tumbuh lebih percaya diri dan siap menempuh perjalanan pendidikan mereka dengan lebih baik,” ungkap Pendiri Yayasan Hikmah Mata Hati, Ibu Citra.
Kegiatan belajar di yayasan tersebut juga diperkuat lewat pemanfaatan teknologi. Yayasan Hikmah Mata Hati menghadirkan Aplikasi Mata Hati sebagai platform pembelajaran Al-Qur’an. Aplikasi itu dilengkapi modul pembelajaran serta website resmi yayasan yang digunakan untuk media edukasi dan penyebaran informasi mengenai pendidikan inklusif.

Di lokasi berbeda, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, mengatakan bahwa program sosial seperti ini terus dijalankan agar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berupaya menghadirkan energi kebaikan bagi lingkungan sekitar. Momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa nilai kepedulian dan gotong royong harus terus dihidupkan, termasuk melalui dukungan terhadap pendidikan inklusif agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Ika Sudarmaja.
Momentum Idul Adha kali ini ikut memperlihatkan bagaimana isu pendidikan inklusif mulai mendapat perhatian lebih luas. Kehadiran bantuan untuk sekolah dan yayasan tuna netra menjadi harapan agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


