MBG 3B di Jatim Tembus 789 Ribu Penerima, BKKBN Jatim Perkuat Komunikasi Bareng Media

SUARAJATIM - Surabaya kembali jadi titik gerak program keluarga dan gizi di Jawa Timur. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, langsung bergerak usai dilantik pada 6 Mei 2026 dengan membuka komunikasi bersama insan pers melalui audiensi bareng Pokja Wartawan “Ngopi Bangga Kencana” di kantor BKKBN Jatim, Rabu (20/5/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin bersama Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana membahas percepatan program MBG 3B dan edukasi keluarga di Surabaya.
“Kami bergerak masif di lapangan. Di Jawa Timur, saat ini sudah terbentuk dan aktif sebanyak 3.656 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan bergizi langsung kepada masyarakat, 1.981 diantaranya sudah menyalurkan MBG untuk kelompok 3B,” tegas Shodiqin.

Pertemuan itu membahas percepatan penguatan keluarga dan pembangunan SDM di Jawa Timur. Fokus utamanya adalah kelanjutan lima program Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN yang saat ini terus digencarkan di berbagai daerah.

Program tersebut meliputi GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang fokus pada pemenuhan gizi keluarga dan percepatan penurunan stunting. Ada pula TAMASYA yang mendorong kualitas daycare ramah anak dengan pengasuh bersertifikasi.

Kemudian GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. SIDAYA diarahkan untuk pemberdayaan lansia agar tetap aktif dan produktif. Sementara Super Apps Keluarga disiapkan sebagai layanan digital terpadu untuk konsultasi dan akses informasi keluarga.

Selain Quick Wins, BKKBN Jatim juga mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kelompok 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Hingga akhir April 2026, jumlah penerima manfaat MBG 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD) telah mencapai 789.571 orang. Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras lini lapangan,” ujar Shodiqin.
Kepala BKKBN Jawa Timur Shodiqin saat audiensi bersama Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana di Surabaya
Untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, BKKBN Jatim mengerahkan 93.729 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang turun langsung ke masyarakat.

Di sisi lain, Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana juga menyiapkan pola komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketua Pokja Ngopi Bangga Kencana, Dedik Sugianto, menilai warung kopi bisa menjadi ruang edukasi yang efektif, terutama untuk memperkenalkan program GATI kepada para ayah.

“Kami dari Pokja Ngopi siap mengawal kesuksesan program ini. Salah satu inovasi yang kami siapkan adalah menggelar kegiatan edukasi di warung-warung kopi (warkop). Tempat ini sangat strategis untuk memperkenalkan program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) kepada kaum bapak secara santai, komunikatif, dan tanpa jarak,” ujar Dedik.

Ide lain yang ikut disiapkan adalah pemanfaatan jaringan internet publik di warkop. Nama program-program Kemendukbangga/BKKBN bakal dijadikan password wifi agar lebih mudah dikenal masyarakat.

“Kami akan menginisiasi kerja sama agar warkop-warkop menggunakan nama program Kemendukbangga/BKKBN sebagai password wifi mereka. Dengan begitu, setiap kali masyarakat berkunjung dan mengakses internet, mereka secara tidak langsung mengingat dan mengetahui program-program pemerintah ini,” tambah Dedik.

Kolaborasi antara BKKBN Jatim dan komunitas wartawan ini diharapkan membuat penyebaran informasi program keluarga makin luas. Jalur komunikasi lewat komunitas dinilai lebih cepat menyentuh masyarakat karena hadir di ruang yang akrab dengan aktivitas harian warga.
LihatTutupKomentar