Rahasia di Balik Kenyamanan SUV Peugeot, Teknologi Ini Jadi Nilai Jual Penting di Pasar Otomotif

SUARAJATIM - Produsen otomotif berlomba menawarkan nilai tambah yang mampu menarik minat konsumen, mulai dari desain, performa, hingga kualitas berkendara. Di tengah tren tersebut, Peugeot tetap mempertahankan satu karakter yang sudah lama melekat pada produknya, yakni kenyamanan saat digunakan di berbagai kondisi jalan.
Teknologi suspensi dan fitur pengendalian elektronik menjadi salah satu nilai jual utama SUV Peugeot di segmen kendaraan premium.

“Karakter berkendara Peugeot memang dirancang tetap nyaman di berbagai kondisi jalan. Selain itu, beberapa model juga didukung teknologi suspensi yang mampu meningkatkan presisi handling sekaligus memberikan kenyamanan lebih maksimal,” ujar Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot di Cilandak, Jakarta.

Pernyataan itu mencerminkan fokus Peugeot dalam membangun daya saing produknya. Pada lini Peugeot 5008, Peugeot 3008, dan Peugeot 2008, pabrikan asal Prancis tersebut mengandalkan kombinasi suspensi yang dirancang untuk menjaga stabilitas sekaligus meredam guncangan selama perjalanan.

Bagian depan menggunakan MacPherson Strut atau independent suspension. Sistem ini banyak dikenal karena mampu memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan pengendalian. Saat mobil melintasi permukaan jalan yang tidak rata, getaran dapat diredam lebih baik sehingga suasana kabin tetap nyaman bagi pengemudi maupun penumpang.

Di bagian belakang, Peugeot memasang Torsion Beam atau Semi-independent Twist Beam. Konstruksi ini membantu menjaga keseimbangan mobil saat melaju sekaligus memberi keuntungan dari sisi efisiensi ruang. Area kabin dan bagasi dapat dimaksimalkan tanpa mengurangi kualitas berkendara.

Kombinasi kedua teknologi tersebut menjadi salah satu nilai jual penting di tengah persaingan pasar SUV. Konsumen saat ini semakin memperhatikan pengalaman berkendara, terutama bagi mereka yang mengandalkan kendaraan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Nilai tambah lain hadir melalui Electronic Stability Program (ESP). Fitur ini berfungsi menjaga kestabilan mobil ketika menghadapi potensi understeer maupun oversteer. Sistem elektronik akan membantu pengemudi mempertahankan kendali saat bermanuver di berbagai kondisi jalan.

Peugeot juga melengkapi jajaran SUV-nya dengan Advanced Grip Control. Fitur ini memungkinkan pengemudi memilih mode berkendara sesuai karakter permukaan jalan yang sedang dilalui.

Menariknya, teknologi tersebut diterapkan pada kendaraan berpenggerak dua roda atau 2-wheel drive. Meski demikian, Peugeot mengklaim kemampuan traksi yang dihasilkan mampu mendekati kendaraan 4-wheel drive berkat pengaturan sistem yang bekerja secara terintegrasi.

Tersedia lima pilihan Grip Level yang terdiri dari Normal, Snow, Mud, Sand, dan ESP OFF. Pengaturan dapat dipilih melalui tombol di konsol tengah sesuai kebutuhan pengemudi.

Ketika Advanced Grip Control diaktifkan, sistem akan menyesuaikan putaran mesin dan transmisi secara otomatis. Tujuannya menjaga momentum kendaraan agar tetap optimal saat menghadapi medan dengan tingkat daya cengkeram yang berbeda.

Bagi Peugeot, kehadiran berbagai teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi produk di pasar SUV premium. Kenyamanan yang konsisten dipadukan dengan pengendalian yang presisi menjadi nilai yang terus ditawarkan untuk menjangkau konsumen yang semakin selektif dalam menentukan kendaraan pilihannya.

LihatTutupKomentar