Aspra Cube Jadi Senjata ASPR Menjangkau Pelanggan dari Kalimantan hingga NTT

SUARAJATIM – Mengirim kemasan plastik berukuran besar ke berbagai wilayah Indonesia bukan perkara mudah. Selain membutuhkan ruang angkut yang besar, biaya logistik juga menjadi tantangan tersendiri bagi produsen kemasan. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) memilih menjawab tantangan tersebut melalui strategi yang berbeda: mendekatkan proses produksi ke lokasi pelanggan.
Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk Ricky Winoto menjelaskan strategi distribusi nasional melalui program Aspra Cube.
Strategi itu diwujudkan melalui program bernama Aspra Cube, sebuah fasilitas produksi mini yang ditempatkan langsung di lokasi pelanggan di berbagai daerah. Dengan konsep ini, perusahaan tidak lagi mengirim produk kemasan jadi dari Jawa Timur, melainkan mengirim bahan setengah jadi berupa preform untuk kemudian diproses di lokasi pelanggan.

Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan telah mengoperasikan sekitar 15 unit Aspra Cube yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Untuk saat ini ada sekitar 15 Aspra Cube di seluruh Indonesia. Ada yang berada di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur," ujar Ricky dalam Public Expose usai RUPST 2025.

Aspra Cube merupakan unit produksi yang berisi mesin tiup, kompresor udara, sistem pendingin mesin, hingga pendingin cetakan yang ditempatkan langsung di area pelanggan. Konsep tersebut memungkinkan proses akhir produksi kemasan dilakukan di lokasi tujuan.

Menurut Ricky, model bisnis ini terbukti memberikan efisiensi logistik yang signifikan, terutama untuk kemasan galon air minum dalam kemasan (AMDK).

"Kalau satu kontainer berisi galon jadi, kapasitasnya sekitar 2.000 galon. Tetapi kalau yang dikirim adalah preform, satu kontainer bisa memuat sekitar 17.000 preform," katanya.

Perbedaan kapasitas pengiriman tersebut membuat biaya logistik menjadi jauh lebih efisien. Selain itu, pelanggan juga memperoleh fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan kemasan tanpa harus menunggu pengiriman produk jadi dari Jawa Timur.

Strategi tersebut menjadi salah satu cara ASPR memperluas pasar nasional tanpa harus terburu-buru membangun pabrik baru di berbagai daerah.

Meski saat ini belum memiliki rencana ekspansi fasilitas produksi permanen ke luar Jawa Timur, perusahaan menilai model Aspra Cube mampu menjadi solusi efektif untuk menjangkau pelanggan di berbagai wilayah.

"Untuk sementara kami belum melakukan ekspansi pabrik ke luar daerah. Tetapi dengan Aspra Cube ini kami bisa melayani pelanggan di berbagai wilayah Indonesia secara lebih efisien," ujar Ricky.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menangkap pertumbuhan pasar AMDK yang saat ini menjadi kontributor terbesar penjualan ASPR.

Data perusahaan menunjukkan kontribusi segmen kemasan minuman terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 segmen ini berkontribusi 29,09 persen terhadap total penjualan, naik menjadi 40,9 persen pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 43,79 persen pada 2025.

Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan untuk terus memperkuat kapasitas produksi, termasuk melalui investasi mesin baru yang difokuskan untuk kemasan galon ukuran 15 liter dan 19 liter.

Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi nasional, Aspra Cube menjadi salah satu fondasi penting bagi ASPR untuk menjaga daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar tanpa harus terbebani biaya logistik yang tinggi.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan asal Surabaya itu berupaya memastikan produk kemasan dapat menjangkau pelanggan dari Jawa hingga kawasan Indonesia timur dengan lebih cepat dan efisien.
LihatTutupKomentar