SuaraJatim – Bangunan lumbung desa yang sebelumnya tidak digunakan kini kembali dimanfaatkan sebagai ruang belajar anak-anak di Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Pacitan.
Bangunan tersebut diubah menjadi Ruang Pintar Al Madani, tempat 22 anak di lingkungan sekitar dapat belajar, membaca, bermain, sekaligus mengembangkan keterampilan. Kehadiran ruang belajar ini menjadi alternatif bagi anak-anak di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses internet dan sinyal.
Ruang Pintar Al Madani dimanfaatkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai tempat belajar yang lokasinya lebih dekat dengan rumah anak-anak. Kegiatan di dalamnya didampingi Naning Tri Widayanti dan Mila Daruwati.
Sebanyak delapan orang tua dari anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan nasabah PNM. Materi pembelajaran mengacu pada modul Ruang Pintar dengan kegiatan yang diarahkan untuk mengembangkan literasi, kreativitas, dan keterampilan anak.
Lumbung Desa Kembali Ramai
Kepala Desa Tumpuk, Harjianto, mengatakan keberadaan Ruang Pintar memberikan tempat belajar yang lebih dekat bagi anak-anak di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PNM. Program ini sangat membantu pembelajaran anak-anak di kampung kami,” ujar Harjianto.
Salah satu peserta, Haiba Zia Aimahyra, juga mengaku senang dengan keberadaan ruang tersebut. Selain digunakan untuk belajar dan membaca, anak-anak dapat bermain bersama teman-temannya.
“Kami senang sekali dengan adanya Ruang Pintar karena punya tempat yang nyaman untuk belajar, membaca, dan bermain sambil menambah ilmu. Terima kasih PNM,” kata Haiba.
Pimpinan Cabang PNM Wonogiri, Setia Budi, mengatakan pemanfaatan lumbung desa tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang sebelumnya tidak digunakan dapat kembali berfungsi ketika disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan Ruang Pintar juga memperluas manfaat yang dirasakan keluarga nasabah PNM. Orang tua memperoleh pembiayaan untuk mendukung usaha, sementara anak-anak memiliki tempat belajar yang lebih dekat dan nyaman.
“Kami senang melihat manfaat yang dirasakan satu keluarga bisa lebih luas. Orang tuanya mendapatkan pembiayaan untuk mendukung usaha, sementara anak-anaknya punya tempat belajar yang nyaman. Dari ruang yang sebelumnya tidak terpakai, sekarang ada 22 anak yang bisa belajar dan berkegiatan bersama di Ruang Pintar Al Madani.”
Kini, lumbung desa yang sebelumnya kosong kembali digunakan sebagai ruang belajar bagi anak-anak Desa Tumpuk. Sebanyak 22 anak dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar dan berkegiatan bersama tanpa harus mencari tempat belajar yang jauh dari lingkungan rumah mereka.
![]() |
| Lumbung desa di Tumpuk, Pacitan, kembali digunakan sebagai Ruang Pintar Al Madani yang menjadi tempat belajar bagi 22 anak. |
Ruang Pintar Al Madani dimanfaatkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai tempat belajar yang lokasinya lebih dekat dengan rumah anak-anak. Kegiatan di dalamnya didampingi Naning Tri Widayanti dan Mila Daruwati.
Sebanyak delapan orang tua dari anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan nasabah PNM. Materi pembelajaran mengacu pada modul Ruang Pintar dengan kegiatan yang diarahkan untuk mengembangkan literasi, kreativitas, dan keterampilan anak.
Lumbung Desa Kembali Ramai
Kepala Desa Tumpuk, Harjianto, mengatakan keberadaan Ruang Pintar memberikan tempat belajar yang lebih dekat bagi anak-anak di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PNM. Program ini sangat membantu pembelajaran anak-anak di kampung kami,” ujar Harjianto.
Salah satu peserta, Haiba Zia Aimahyra, juga mengaku senang dengan keberadaan ruang tersebut. Selain digunakan untuk belajar dan membaca, anak-anak dapat bermain bersama teman-temannya.
“Kami senang sekali dengan adanya Ruang Pintar karena punya tempat yang nyaman untuk belajar, membaca, dan bermain sambil menambah ilmu. Terima kasih PNM,” kata Haiba.
Pimpinan Cabang PNM Wonogiri, Setia Budi, mengatakan pemanfaatan lumbung desa tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang sebelumnya tidak digunakan dapat kembali berfungsi ketika disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan Ruang Pintar juga memperluas manfaat yang dirasakan keluarga nasabah PNM. Orang tua memperoleh pembiayaan untuk mendukung usaha, sementara anak-anak memiliki tempat belajar yang lebih dekat dan nyaman.
“Kami senang melihat manfaat yang dirasakan satu keluarga bisa lebih luas. Orang tuanya mendapatkan pembiayaan untuk mendukung usaha, sementara anak-anaknya punya tempat belajar yang nyaman. Dari ruang yang sebelumnya tidak terpakai, sekarang ada 22 anak yang bisa belajar dan berkegiatan bersama di Ruang Pintar Al Madani.”
Kini, lumbung desa yang sebelumnya kosong kembali digunakan sebagai ruang belajar bagi anak-anak Desa Tumpuk. Sebanyak 22 anak dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar dan berkegiatan bersama tanpa harus mencari tempat belajar yang jauh dari lingkungan rumah mereka.

