SUARAJATIM – Kebutuhan listrik kawasan industri Tuban terus meningkat. PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kini memperkuat jaringan transmisi untuk memastikan pertumbuhan beban listrik di kawasan tersebut tetap dapat dilayani secara andal.
Langkah itu dilakukan melalui penyelesaian rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban–Kerek Line #2 yang terhubung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV Tuban. Jaringan tersebut berhasil diberi tegangan atau energize pada 4 September 2026.
Proyek ini menjadi semakin strategis karena PLN tengah menyiapkan sistem kelistrikan untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan pelanggan industri di Tuban, termasuk rencana penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan estimasi kebutuhan daya mencapai 260 MVA.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, rekonduktoring dilakukan berdasarkan kajian teknis kelistrikan untuk mengantisipasi peningkatan beban pada jaringan eksisting.
“Berdasarkan kajian teknis kelistrikan yang telah dilakukan, rekonduktoring ini merupakan langkah strategis dan tepat sasaran untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan beban pada jaringan eksisting,” kata Ika.
Dengan selesainya rekonduktoring Line #2, kapasitas penyaluran jaringan meningkat hingga sekitar 1.500 Ampere. Peningkatan tersebut sekaligus memperkuat keandalan sistem transmisi di wilayah Tuban dan sekitarnya.
PLN juga memperkirakan sistem kelistrikan semakin siap menghadapi pertumbuhan beban hingga mencapai 526 MVA pada 2028.
“Dengan selesainya rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2, kapasitas penyaluran meningkat hingga kurang lebih 1.500 Ampere. Selain meningkatkan kapasitas, pekerjaan ini juga memperkuat keandalan sistem penyaluran tenaga listrik,” ujar Ika.
Dua Sirkuit Tuban-Kerek Diperkuat
Penyelesaian Line #2 melanjutkan keberhasilan PLN UIT JBM melakukan energize pada sirkuit 1 SUTT 150 kV Tuban–Kerek pada 12 Agustus 2026.
Rekonduktoring pada kedua sirkuit tersebut memiliki panjang jaringan 13.822 kms. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kemampuan jaringan transmisi dalam menyalurkan listrik ke wilayah yang kebutuhan bebannya terus bertambah.
Penguatan jaringan juga dinilai penting untuk memberikan kepastian pasokan bagi pelanggan industri yang membutuhkan daya besar.
Vice President Konstruksi dan Pemeliharaan Transmisi Sumatera Jawa Bali, Anton Junaidi, mengatakan peningkatan kapasitas penyaluran listrik diharapkan dapat mendukung aktivitas industri sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.
“Terlaksananya Rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2 merupakan wujud nyata dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Anton.
Menurutnya, peningkatan kapasitas jaringan akan membantu PLN memberikan layanan yang semakin baik kepada pelanggan, terutama pelanggan industri dan pelanggan tegangan tinggi di Tuban dan sekitarnya.
Dikerjakan dengan Prinsip Keselamatan
Dalam pengerjaannya, PLN UIT JBM memastikan seluruh tahapan dilakukan secara bertahap dan melalui pengawasan ketat. Proses tersebut mencakup penarikan kawat konduktor baru, pengujian instalasi hingga pemberian tegangan.
Seluruh personel diwajibkan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) ketenagalistrikan serta menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Rangkaian pekerjaan akhirnya dapat diselesaikan tanpa kecelakaan atau zero accident.
Bagi PLN, penguatan jaringan transmisi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan infrastruktur listrik menghadapi ekspansi industri di Tuban.
Dengan kapasitas jaringan yang semakin kuat, PLN berharap kebutuhan listrik pelanggan industri dapat dipenuhi secara lebih andal. Infrastruktur tersebut sekaligus menjadi salah satu penopang bagi investasi dan aktivitas industri baru di Tuban serta pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
![]() |
| PLN UIT JBM memperkuat jaringan transmisi untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik kawasan industri Tuban hingga 526 MVA pada 2028. |
Proyek ini menjadi semakin strategis karena PLN tengah menyiapkan sistem kelistrikan untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan pelanggan industri di Tuban, termasuk rencana penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan estimasi kebutuhan daya mencapai 260 MVA.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, rekonduktoring dilakukan berdasarkan kajian teknis kelistrikan untuk mengantisipasi peningkatan beban pada jaringan eksisting.
“Berdasarkan kajian teknis kelistrikan yang telah dilakukan, rekonduktoring ini merupakan langkah strategis dan tepat sasaran untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan beban pada jaringan eksisting,” kata Ika.
Dengan selesainya rekonduktoring Line #2, kapasitas penyaluran jaringan meningkat hingga sekitar 1.500 Ampere. Peningkatan tersebut sekaligus memperkuat keandalan sistem transmisi di wilayah Tuban dan sekitarnya.
PLN juga memperkirakan sistem kelistrikan semakin siap menghadapi pertumbuhan beban hingga mencapai 526 MVA pada 2028.
“Dengan selesainya rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2, kapasitas penyaluran meningkat hingga kurang lebih 1.500 Ampere. Selain meningkatkan kapasitas, pekerjaan ini juga memperkuat keandalan sistem penyaluran tenaga listrik,” ujar Ika.
Dua Sirkuit Tuban-Kerek Diperkuat
Penyelesaian Line #2 melanjutkan keberhasilan PLN UIT JBM melakukan energize pada sirkuit 1 SUTT 150 kV Tuban–Kerek pada 12 Agustus 2026.
Rekonduktoring pada kedua sirkuit tersebut memiliki panjang jaringan 13.822 kms. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kemampuan jaringan transmisi dalam menyalurkan listrik ke wilayah yang kebutuhan bebannya terus bertambah.
Penguatan jaringan juga dinilai penting untuk memberikan kepastian pasokan bagi pelanggan industri yang membutuhkan daya besar.
Vice President Konstruksi dan Pemeliharaan Transmisi Sumatera Jawa Bali, Anton Junaidi, mengatakan peningkatan kapasitas penyaluran listrik diharapkan dapat mendukung aktivitas industri sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.
“Terlaksananya Rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2 merupakan wujud nyata dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Anton.
Menurutnya, peningkatan kapasitas jaringan akan membantu PLN memberikan layanan yang semakin baik kepada pelanggan, terutama pelanggan industri dan pelanggan tegangan tinggi di Tuban dan sekitarnya.
Dikerjakan dengan Prinsip Keselamatan
Dalam pengerjaannya, PLN UIT JBM memastikan seluruh tahapan dilakukan secara bertahap dan melalui pengawasan ketat. Proses tersebut mencakup penarikan kawat konduktor baru, pengujian instalasi hingga pemberian tegangan.
Seluruh personel diwajibkan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) ketenagalistrikan serta menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Rangkaian pekerjaan akhirnya dapat diselesaikan tanpa kecelakaan atau zero accident.
Bagi PLN, penguatan jaringan transmisi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan infrastruktur listrik menghadapi ekspansi industri di Tuban.
Dengan kapasitas jaringan yang semakin kuat, PLN berharap kebutuhan listrik pelanggan industri dapat dipenuhi secara lebih andal. Infrastruktur tersebut sekaligus menjadi salah satu penopang bagi investasi dan aktivitas industri baru di Tuban serta pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

