Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Gerakkan Ekonomi Rp74,78 Miliar, Diikuti Hampir 11 Ribu Pelari

SUARAJATIM – Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 kembali digelar di kawasan Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, ajang lari ini diikuti hampir 11.000 peserta dari Surabaya, berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026
Hampir 11 ribu pelari mengikuti Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 di kawasan Balai Kota Surabaya
Jumlah peserta tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang berada di kisaran 9.000 pelari. Tahun ini, peserta terbagi dalam kategori Full Marathon 42,195K, Half Marathon 21K, 10K, 5K, serta Kids Dash. 

Yang menarik, gelaran olahraga tersebut turut memberikan efek ekonomi bagi Kota Surabaya. Kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEP FEB) Universitas Airlangga mencatat total perputaran aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 mencapai Rp74,78 miliar.

Nilai tersebut berasal dari pengeluaran peserta dan panitia yang mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi hingga kebutuhan operasional. Aktivitas tersebut kemudian berpengaruh ke berbagai sektor barang dan jasa lokal. 

Dari sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kajian yang sama memperkirakan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menghasilkan kontribusi sebesar Rp41,47 miliar.

“Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar Rp 41,47 Miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja,” ujar Atik Purmiyati, Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga. 
marathon Surabaya 2026
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menciptakan perputaran ekonomi Rp74,78 miliar
Besarnya jumlah pelari dari luar daerah ikut menjadi salah satu penggerak perputaran ekonomi tersebut. Berdasarkan data penyelenggara, 61,11 persen peserta berdomisili di Surabaya, sedangkan 38,89 persen berasal dari luar kota.

Komposisi peserta tahun ini juga mencatat 61,35 persen laki-laki dan 38,65 persen perempuan. Kehadiran pelari dari berbagai daerah membuat kebutuhan terhadap hotel, transportasi, makanan dan aktivitas wisata ikut meningkat selama penyelenggaraan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut kegiatan tersebut turut memberikan efek terhadap berbagai sektor ekonomi kota.

“Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya,” ujar Eri Cahyadi.

Menurut Eri, aktivitas peserta juga ikut menggerakkan transportasi, perhotelan hingga transaksi pelaku UMKM lokal. Ia bahkan berharap penyelenggaraan pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih lama.

“Semoga tahun depan lebih baik lagi, mungkin tidak hanya 1 hari tetapi 2 hari seperti yang terjadi di kota lain,” katanya. 

Lomba Sempat Dihentikan karena Cuaca Panas
Di balik tingginya partisipasi peserta, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 juga menghadapi kondisi cuaca yang berubah drastis pada pagi hari.

Penyelenggara menggunakan indikator Wet Bulb Global Temperature (WBGT) untuk memantau kondisi cuaca selama perlombaan. Saat kategori Marathon dimulai pukul 04.00 WIB, suhu tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen. Suhu kemudian berada di kisaran 23,1 derajat Celsius ketika Half Marathon, 10K dan 5K dimulai.
-Ki-Ka- Ibu Rebecca Tanoyo - Bapak Budi BankMAS - Haviludin, Male Runner Up Marathon - Immanuel Hutasoit, Male Winner Marathon - Mizan Zundulloh, Male 2nd Runner Up Marathon - Eri Cahyadi, Walikota Surabaya
Namun, kondisi berubah menjelang siang. Race Director ISOPLUS Run Series 2026 Safrita Aryana mengatakan indikator WBGT menunjukkan kenaikan suhu yang sangat tinggi.

“Kurang dari 10 menit, suhu melonjak ke 42-44 derajat celcius bahkan sampai ke 48 derajat celcius. Sehingga saya berkoordinasi dengan Running Doctors, dan Koordinator Medis, untuk keselamatan semuanya maka lomba kami hentikan,” kata Safrita.

Pelari yang masih ingin melanjutkan perjalanan diperbolehkan berjalan kaki dan tidak berlari. Water station tetap disediakan. Peserta yang mencapai garis finish tetap mendapatkan status finisher, medali dan jaket finisher. 

Selain lomba, area race village juga diisi pertunjukan musik, booth sponsor, makanan dan berbagai aktivitas untuk peserta serta keluarga.

Delapan Pelari Jadi yang Tercepat
Sejumlah peserta mencatat waktu terbaik di masing-masing kategori. Pada Full Marathon putra, Imanuel Hutasoit menjadi juara dengan catatan waktu 2:34:19. Kategori putri dimenangi Inarotul Carifah dengan waktu 3:34:19.

Untuk Half Marathon, Ibnu Sidik menjadi yang tercepat di kategori putra dengan waktu 1:11:39, sedangkan Nefriana Ariance D memenangi kategori putri dengan waktu 1:25:09.

Kategori 10K putra dimenangi Luqmanul Hakim dengan waktu 33:28 dan kategori putri oleh Marhaendrassiwi dengan waktu 40:30. Sementara kategori 5K putra dimenangi Dafid Sandi Eka P dengan waktu 17:44 dan kategori putri oleh Novia Nirwani dengan waktu 19:26. 

Sampah Race Village Dipilah
Penyelenggaraan tahun ini juga menyediakan 28 tempat sampah terpilah untuk kategori organik dan anorganik di area race village. Sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola dan didaur ulang melalui TPS 3R bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Surabaya.

Menariknya, papan daur ulang yang digunakan di fasilitas tersebut dibuat dari sekitar 200 ribu tutup botol ISOPLUS dan AQUVIVA melalui Yayasan WINGS Peduli bersama Recycle Studio ATMI Cikarang.
LihatTutupKomentar