-->

2 Hari, Komunitas Tolong Menolong Sasar Bantuan kepada Difabel dan Rumah Sakit

Serah terima bantuan kepada difabel oleh Komunitas Tolong Menolong

Surabaya, Suarajatim.com - 2 hari berturut-turut, Komunitas Tolong Menolong (KTM) dan PT. Indramukti Segara terus bergerak untuk menyalurkan bantuan di tengah wabah pandemi COVID-19 di Surabaya, melalui Gerakan "Love All, Serve All".


Minggu (19/4), 50 paket beras dan biskuit Kokola disumbangkan untuk difabel Surabaya yang diwakili Megawati, Ketua Forum Relawan Divabel Indonesia (Fordiva) dan Ahmad Budianto, Pengelola Klinik Sumber Sehat Tunanetra.

Berlokasi di Sekretariat Fordiva di kawasan Manukan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup difabel Surabaya.

Baca: Kini Bidan Mandiri Tak Takut Beroperasi Berkat Bantuan APD dari Komunitas Tolong Menolong

Senin (20/4), gantian Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr Ramelan yang mendapatkan bantuan berupa 30 Face Shield Mask.

Bantuan topeng masker ini diterima oleh dr. Suci, Spesialis Patologi Klinik RSAL Dr. Ramelan, mewakili dokter Kasubbag.

"Kami sangat berterima kasih sekali atas bantuan Face Shield Mask, yang tentunya sangat kami butuhkan sebagai Alat Perlindungan Diri (APD) dalam melaksanakan tugas kami sebagai tenaga medis," kata dr. Suci, usai menerima APD.

Daniel Lukas Rorong, Ketua Komunitas Tolong Menolong (KTM) berharap, semua bantuan yang disalurkan ini dapat bermanfaat.
Bantuan APD kepada RSAL oleh Komunitas Tolong Menolong
"Paling tidak, kami turut membantu pemerintah dan berharap agar wabah pandemi COVID-19 ini dapat segera berlalu dari negeri ini, khususnya Surabaya," harap Daniel yang sudah sejak 2010 menjadi relawan kemanusiaan.

Sekadar diketahui, tak hanya beras dan Face Shield Mask, namun Komunitas Tolong Menolong bersama PT. Indramukti Segara juga sudah membagi-bagikan masker, hand sanitizer dan juga bantuan uang tunai.

Baca: 'Paket Corona' Membawa Berkah Bagi Warga Kampung '1001 Malam'

Sasarannya, mulai dari tenaga medis, ojol (ojek online), tukang sampah, tukang becak, sopir angkot, pemulung, kuli bangunan, tukang tambal ban dan beragam profesi lainnya.

"Ini merupakan bentuk kepedulian dari kami terhadap masyarakat yang terkena dampak dari wabah Corona ini," kata Wathin Ciptawan, Direktur PT. Indramukti Segara, yang memproduksi bawang goreng dan bumbu pecel ini.

"Dan akan terus kami salurkan sampai menjelang Lebaran mendatang," ujar Wathin yang juga produser film ini.
LihatTutupKomentar