-->
close
harga batu koral

PMM UMM Bagikan Tempat Cuci Tangan dan Sosialisasi Pencegahan Covid-19

pmm umm

Suara Jatim - Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 83 bimbingan Sholahuddin Al-Fatih yang berlokasi di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung membagikan tempat cuci tangan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 berupa x-banner.


Koordinator Kelompok 83, Faridz Alfansa mengatakan bahwa dalam adaptasi kebiasaan baru (new normal) diharapkan masyarakat Desa Bono untuk selalu mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Baca:  Cegah Covid, Mahasiswa UMM Sosialisasi Protokol Kesehatan Hingga Buatkan Jamu untuk Warga Desa

"Di era new normal tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Imbauan dari pemerintah ini menganjurkan agar kita bisa hidup “berdampingan” dengan virus yang telah menelan ratusan ribu jiwa di seluruh dunia," ucapnya (27/8).

"New normal mendorong kami untuk lebih gencar dalam menerapkan langkah pencegahan dasar COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun dari air mengalir atau dengan hand sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker dalam setiap aktivitas, terutama di tempat umum."

Pembagian x-banner dan tempat cuci tangan dilakukan di 3 titik, yaitu Kantor Kepala Desa Bono, Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bono, dan Masjid Baiturrahim di Desa Bono. Selain untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Baca: Blusukan ke Posyandu, Mahasiswa UMM Sebar Masker dan Face Shield Anak

Pembagian x-banner dan tempat cuci tangan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya memiliki pola hidup bersih. Tempat cuci tangan yang diserahkan juga terdapat stiker panduan tentang bagaimana mencuci tangan. Dengan harapan supaya warga lebih mudah memahami dan mengerti bagaimana cuci tangan yang baik dan benar.

Kendati kehidupan dengan new normal telah dicanangkan oleh pemerintah, bukan berarti virus COVID-19 telah hilang dan tidak lagi menjadi ancaman.

"Oleh karena itu, kita tetap harus memperkuat daya tahan tubuh dengan memerhatikan asupan nutrisi dan cairan, serta menerapkan pola hidup sehat, seperti beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, serta tidak merokok," tutup Faridz.
LihatTutupKomentar