SUARAJATIM - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur Bali (UIT JBM) menandai usia sepuluh tahun bukan dengan seremoni besar, melainkan dengan refleksi kerja panjang menjaga aliran listrik tetap stabil di kawasan strategis nasional. Momentum itu digelar sederhana di Kantor PLN UIT JBM, Sidoarjo, Senin (5/1), sekaligus menjadi titik jeda untuk membaca ulang perjalanan pengabdian selama satu dekade terakhir.
![]() |
| General Manager PLN UIT JBM menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam peringatan HUT ke-10 di Sidoarjo. |
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyebut usia satu dekade sebagai hasil kerja panjang seluruh insan PLN yang terlibat langsung di lapangan maupun di balik sistem.
“Sepuluh tahun perjalanan PLN UIT JBM merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh insan PLN dalam menjaga keandalan sistem transmisi. Momentum ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi ketenagalistrikan nasional,” ujar Ika.
Peringatan HUT ke-10 ini juga tidak dilepaskan dari nilai kepedulian sosial. PLN UIT JBM menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dari Yayasan Baitul Yatim Ketapang, Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIT JBM. Sebanyak 15 anak yatim piatu hadir langsung menerima santunan yang diserahkan oleh manajemen.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Tidak hanya penyerahan santunan, acara ditutup dengan tausiyah serta doa bersama. Momen ini menjadi ruang refleksi spiritual sebelum UIT JBM melangkah ke periode kerja tahun 2026 dengan tantangan yang terus berkembang di sektor ketenagalistrikan.
Satu dekade perjalanan ini menjadi penanda bahwa sistem transmisi bukan sekadar soal kabel dan menara. Di baliknya ada konsistensi, ketelitian, serta tanggung jawab besar menjaga listrik tetap mengalir tanpa jeda. UIT JBM kini memasuki babak baru dengan pengalaman panjang sebagai modal menghadapi kebutuhan energi yang kian kompleks di Jawa Timur dan Bali.

