SUARAJATIM — Kesempatan mewakili Indonesia di forum pemuda internasional belum otomatis membuat perjalanan Ilario Clayton Putra Mansur ke Malaysia menjadi mudah.
Ilario terpilih sebagai Youth Delegate Indonesia dalam Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) Batch 3 yang akan berlangsung pada 17–20 November 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 05.45 WIB tersebut, Ilario menyerahkan proposal terkait keikutsertaannya dalam IGYS. Sanusi kemudian meminta proposal itu didokumentasikan serta meminta alamat rumah Ilario dan sekolahnya.
Sanusi juga menyampaikan akan membantu mencarikan sponsor untuk membiayai keikutsertaan Ilario dalam forum tersebut.
“Untuk kegiatan IGYS Ilario nanti saya bantu carikan sponsor,” ujar Sanusi.
Proposal dan data yang diminta selanjutnya diteruskan kepada pihak yang menangani urusan beasiswa untuk ditindaklanjuti.
Sanusi juga meminta Ilario menyimpan kontak Nurul dari unsur pendidikan yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut. Kepala Cabang Dinas Pendidikan bersama pihak terkait direncanakan mengunjungi rumah Ilario dan SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang untuk membahas tindak lanjutnya.
Terpilih Jadi Delegasi, Masih Cari Biaya Berangkat
Ilario mendapatkan kesempatan mengikuti IGYS setelah terpilih sebagai salah satu Youth Delegate Indonesia. Namun, status sebagai delegasi tidak serta-merta menyelesaikan persoalan biaya perjalanan.
Karena itu, pertemuan dengan Sanusi menjadi bagian dari usaha keluarga Ilario mencari jalan agar kesempatan tersebut tetap bisa diikuti.
Forum di Kuala Lumpur itu akan mempertemukan pemuda dari berbagai daerah dan menghadirkan sejumlah agenda terkait kepemimpinan, komunikasi, wawasan global, serta Sustainable Development Goals (SDGs).
Ilario dijadwalkan mengikuti konferensi SDGs, SDGs Project Presentation, kunjungan akademik, forum kepemudaan, serta kunjungan diplomasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
Dalam rangkaian IGYS sebelumnya, peserta juga mengikuti proyek SDGs secara berkelompok. Mereka dituntut mengembangkan gagasan, bekerja dalam tim, mempresentasikan hasil pemikiran, dan membahas persoalan pembangunan.
Bagi Ilario, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar langsung dalam lingkungan yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah.
“Saya bersyukur diberi kesempatan ini. Semoga bisa saya jalani dengan baik, membawa hal positif untuk dipelajari, lalu dibagikan lagi kepada teman-teman di sini,” ujar Ilario.
Sekolah: Pengalaman Internasional Jadi Bagian dari Proses Belajar
Sekolah tempat Ilario belajar melihat keikutsertaan tersebut sebagai bagian dari pengalaman pendidikan.
Ketua Yayasan yang menaungi SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang, Kisdiyanto, mengatakan pengalaman di luar sekolah dapat memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi lingkungan baru.
“Kami turut bersyukur atas kesempatan yang diperoleh Ilario. Semoga ini menjadi pengalaman belajar yang berharga baginya dan bisa menjadi salah satu contoh bagi santri lain bahwa banyak jalan untuk terus belajar dan berkembang,” kata Kisdiyanto.
SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang menerapkan pendidikan akademik yang dipadukan dengan pembentukan karakter. Salah satu fondasinya adalah Kurikulum 29 Karakter Luhur.
Nilai seperti kejujuran, amanah, kerukunan, kemandirian, dan akhlaqul karimah menjadi bagian dari pembinaan siswa di lingkungan sekolah.
Kisdiyanto mengatakan pendidikan karakter tersebut diharapkan membuat siswa memiliki keberanian untuk mencoba pengalaman baru.
“Pendidikan karakter yang kami terapkan bukan untuk mengejar prestasi tertentu semata, tetapi kami senang apabila hal tersebut turut membekali santri untuk berani mencoba hal-hal baru, termasuk kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman di luar negeri,” katanya.
Dari Malang ke Kuala Lumpur
Jika persoalan keberangkatan dapat diselesaikan, Ilario akan berangkat ke Kuala Lumpur pada pertengahan November bersama delegasi Indonesia lainnya.
Di forum tersebut, ia membawa identitas sebagai pelajar dari Malang sekaligus bagian dari delegasi Indonesia.
Kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi Ilario untuk memperkenalkan Kabupaten Malang dalam interaksi dengan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang.
Namun, bagi Ilario, pengalaman paling penting justru berada pada apa yang bisa dibawa pulang setelah kegiatan selesai.
Ia berharap dapat memperoleh wawasan baru, bertukar gagasan dengan pemuda lain, serta mendapatkan pengalaman yang bisa dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah.
Perjalanan menuju forum internasional itu kini masih bergantung pada proses pencarian biaya keberangkatan. Pernyataan Sanusi untuk membantu mencarikan sponsor menjadi salah satu jalan yang sedang ditempuh agar Ilario tetap bisa berangkat ke Malaysia sebagai Youth Delegate Indonesia.
Ilario terpilih sebagai Youth Delegate Indonesia dalam Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) Batch 3 yang akan berlangsung pada 17–20 November 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 05.45 WIB tersebut, Ilario menyerahkan proposal terkait keikutsertaannya dalam IGYS. Sanusi kemudian meminta proposal itu didokumentasikan serta meminta alamat rumah Ilario dan sekolahnya.
Sanusi juga menyampaikan akan membantu mencarikan sponsor untuk membiayai keikutsertaan Ilario dalam forum tersebut.
“Untuk kegiatan IGYS Ilario nanti saya bantu carikan sponsor,” ujar Sanusi.
Proposal dan data yang diminta selanjutnya diteruskan kepada pihak yang menangani urusan beasiswa untuk ditindaklanjuti.
Sanusi juga meminta Ilario menyimpan kontak Nurul dari unsur pendidikan yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut. Kepala Cabang Dinas Pendidikan bersama pihak terkait direncanakan mengunjungi rumah Ilario dan SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang untuk membahas tindak lanjutnya.
Terpilih Jadi Delegasi, Masih Cari Biaya Berangkat
Ilario mendapatkan kesempatan mengikuti IGYS setelah terpilih sebagai salah satu Youth Delegate Indonesia. Namun, status sebagai delegasi tidak serta-merta menyelesaikan persoalan biaya perjalanan.
Karena itu, pertemuan dengan Sanusi menjadi bagian dari usaha keluarga Ilario mencari jalan agar kesempatan tersebut tetap bisa diikuti.
Forum di Kuala Lumpur itu akan mempertemukan pemuda dari berbagai daerah dan menghadirkan sejumlah agenda terkait kepemimpinan, komunikasi, wawasan global, serta Sustainable Development Goals (SDGs).
Ilario dijadwalkan mengikuti konferensi SDGs, SDGs Project Presentation, kunjungan akademik, forum kepemudaan, serta kunjungan diplomasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
Dalam rangkaian IGYS sebelumnya, peserta juga mengikuti proyek SDGs secara berkelompok. Mereka dituntut mengembangkan gagasan, bekerja dalam tim, mempresentasikan hasil pemikiran, dan membahas persoalan pembangunan.
Bagi Ilario, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar langsung dalam lingkungan yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah.
“Saya bersyukur diberi kesempatan ini. Semoga bisa saya jalani dengan baik, membawa hal positif untuk dipelajari, lalu dibagikan lagi kepada teman-teman di sini,” ujar Ilario.
Sekolah: Pengalaman Internasional Jadi Bagian dari Proses Belajar
Sekolah tempat Ilario belajar melihat keikutsertaan tersebut sebagai bagian dari pengalaman pendidikan.
Ketua Yayasan yang menaungi SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang, Kisdiyanto, mengatakan pengalaman di luar sekolah dapat memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi lingkungan baru.
“Kami turut bersyukur atas kesempatan yang diperoleh Ilario. Semoga ini menjadi pengalaman belajar yang berharga baginya dan bisa menjadi salah satu contoh bagi santri lain bahwa banyak jalan untuk terus belajar dan berkembang,” kata Kisdiyanto.
SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang menerapkan pendidikan akademik yang dipadukan dengan pembentukan karakter. Salah satu fondasinya adalah Kurikulum 29 Karakter Luhur.
Nilai seperti kejujuran, amanah, kerukunan, kemandirian, dan akhlaqul karimah menjadi bagian dari pembinaan siswa di lingkungan sekolah.
Kisdiyanto mengatakan pendidikan karakter tersebut diharapkan membuat siswa memiliki keberanian untuk mencoba pengalaman baru.
“Pendidikan karakter yang kami terapkan bukan untuk mengejar prestasi tertentu semata, tetapi kami senang apabila hal tersebut turut membekali santri untuk berani mencoba hal-hal baru, termasuk kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman di luar negeri,” katanya.
Dari Malang ke Kuala Lumpur
Jika persoalan keberangkatan dapat diselesaikan, Ilario akan berangkat ke Kuala Lumpur pada pertengahan November bersama delegasi Indonesia lainnya.
Di forum tersebut, ia membawa identitas sebagai pelajar dari Malang sekaligus bagian dari delegasi Indonesia.
Kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi Ilario untuk memperkenalkan Kabupaten Malang dalam interaksi dengan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang.
Namun, bagi Ilario, pengalaman paling penting justru berada pada apa yang bisa dibawa pulang setelah kegiatan selesai.
Ia berharap dapat memperoleh wawasan baru, bertukar gagasan dengan pemuda lain, serta mendapatkan pengalaman yang bisa dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah.
Perjalanan menuju forum internasional itu kini masih bergantung pada proses pencarian biaya keberangkatan. Pernyataan Sanusi untuk membantu mencarikan sponsor menjadi salah satu jalan yang sedang ditempuh agar Ilario tetap bisa berangkat ke Malaysia sebagai Youth Delegate Indonesia.

