Menu persilangan budaya di kuliner Banyuwangi

Suarajatim.com – Di Banyuwangi, kita bisa menemukan menu-menu dengan racikan persilangan mengejutkan yang menggugah penasaran.

Pecel dipadukan dengan rawon menghasilkan pecel rawon, lalu rujak cingur dikawinkan dengan soto menjadi rujak soto.

Pecel rawon merupakan percampuran dari nasi pecel yang terdiri dari bahan sayuran dengan bumbu kacang berpadu dengan kuah rawon.

Warung yang menyediakan pecel rawon dengan mudah bisa dijumpai di Banyuwangi. Piring ditata dengan urutan pertama nasi dan aneka sayuran rebus sebelum kemudian diguyur dengan kuah rawon lalu sambal pecel dicampurkan pada urutan terakhir.

Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan penampakan pecel atau rawon, akan merasa aneh menyaksikan penampakan pecel yang dibanjiri kuah rawon. Toh demikian rasanya ternyata mudah diterima di lidah.

Menu persilangan lainnya adalah rujak soto. Tak kalah aneh dengan pecel rawon, rujak soto merupakan perpaduan antara rujak cingur dan kuah soto babat.

”Percampuran menu ini juga wujud sinkretisme budaya di Banyuwangi. Rujak cingur asal Sidoarjo digabung dengan soto madura jadi rujak sotonya Banyuwangi. Kesannya ngawur, tapi saya maunya begini mau apa, inilah Banyuwangi,” kata budayawan Banyuwangi Hasnan Singadimayan.

Persentuhan dengan budaya asing bukan sesuatu yang baru bagi orang Banyuwangi. Daerah ini dulu menjadi wilayah Kerajaan Hindu Blambangan, lalu diperebutkan Kerajaan Jawa Mataram, kerajaan Hindu Bali, Madura, Belanda, hingga Inggris dari abad ke-17 sampai ke-19.

Hibridisasi kebudayaan, kata Hasnan, membuat orang Banyuwangi selalu tampil percaya diri, termasuk ketika mengolah resep masakannya. //cst
Share on Google Plus

About Suara Jatim

Suarajatim.com adalah portal berita yang memfokuskan sentra informasi tentang Jawa Timur dengan tidak menghilangkan topik-topik terhangat di lintasan nasional.