-->
close

Sinyal Sepakat dari Iin, Tapi Royce Malah Melanjutkan Pengosongan dengan Memasang Tenda Depan Pagar Iin. Apa Sebabnya?


Surabaya
- Kehadiran tim mediasi yang diemban oleh Michael (anak buah Royce) dan aparat setempat selaku penengah, sedikit membuahkan hasil.

Pertemuan pagi ini 19 November 2020 jam 9:00:00-9:59:59 di rumah Iin Jalan Prof Soepomo I/49 Surabaya, antara Michael dan Iin Dewi, ada kesepakatan deal mengenai harga yang diminta iin.

"Pokoknya urusan saya dengan bu Iin absolut harga 4.250.000.000 tidak kurang satu rupiah pun dan tidak lebih 1 rupiah pun, dan lewat Brighton karena bagi Royce itu adalah angka yang ditentukan Tuhan sudah di atas harga pasar dan wajib dibagi sesuai dengan orang-orang yang sudah terhubung dalam suasana surga dan kemenangan. Hanya aja ada intervensi sehingga tertunda, tapi pasti terjadi. Urusan Iin ada selisih, itu adalah urusan Iin dengan Mulyanto. Pokoknya harga jadi saya 4.250.000.000, lewat Brighton kalo Iin nggak mau bayar fee Brighton saya yang menanggung, karena HA itu orangnya baik, hanya lemah, dia itu titipan Tuhan," tegas Royce.

"Sudah ada kata sepakat, lantas bu Iin minta waktu 7 hari sejak sekarang, artinya Kamis depan 26 November 2020, pukul 9:00:00-9:59:59, untuk menyiapkan surat-suratnya sebagai kelengkapan akta jual-beli yang diminta notaris," kata Michael saat ditemui selepas keluar dari rumah iin (19/11).

"Kalau Iin sampai meleset lagi tanggal 26 November 2020, 9:00:00-9:59:59 di notaris Mamiek, Royce akan melanjutkan pengosongan dari rumah Iin sampai ke rumah Mulyanto. Pastinya Iin sudah bisa dipercaya ucapannya. Urusan transaksi ini gampang pokoknya mulut bisa dipercaya urusan beres. Tugas saya di dunia cuma mencahayai Iin, yang penting hukum karma beres dulu, masalah rezeki nanti datang mengikuti. Iin itu tetangga saya selama 30 tahun dan akhirnya tiba hari ini hanya saya yang bisa mencahayai kelemahan karakternya Iin saat ini. Memang semua sudah diatur oleh hukum karma, orang bisa lolos hukum negara karena punya uang, lanjut lolos hukum alam karena punya kekuatan relasi, tapi tidak mungkin lolos hukum karma", ucap Royce.

Pada kesempatan tersebut, Iin juga meminta mobil Royce yang menghalangi rumahnya untuk segera dipindahkan. Kata Michael.

Hal ini tentu kabar yang menggembirakan bagi semua pihak. Karena negosiasi urusan jual-beli ini sudah dimulai sejak lama, awal 2020. Dan sempat terjadi niat pembatalan dari Iin pada waktu hari H penandatanganan MOU di kantor broker HA, yang mengurusi proses jual-beli ini.

Namun baru saja pertemuan ini usai, tiba-tiba siang harinya Suara Jatim mendengar kabar bahwa Royce malah memasang tenda berikut meja dan kursi di depan pagar Iin.

Ketika dikonfirmasi, Royce berkata,"Bu Iin masih mbulet, belum memberikan nomor rekening untuk saya transfer sebagai tanda ikatan."

Sikap Iin tersebut membuat Royce sangsi akan kesepakatan yang telah dibuat pada pagi harinya. Sehingga Royce memutuskan untuk memasang tenda di trotoar dekat pagar rumah Iin.

"Aku lho kepingin duduk-duduk sama bu Iin di sana, lha aku ngga pernah diundang ke dalam. Dan kalau aku mengundang keluar nggak pernah dibalas. Aku juga mau duduk-duduk di sana sama Mulyanto, aku kangen piye mas," timpal Royce.

Rupanya Royce mengaku kapok selalu diulur-ulur dengan jurus-jurus baru dari Iin.

"Setelah ke Notaris untuk tanda tangan, sekarang juga mobil saya pindah, tenda saya bongkar," tegas Royce.

"Saya wis trauma kena karakternya Iin yang disetir Mulyanto. Dah deal terus mulet, minta perpanjangan 4 September 2020. Sampai 20 September 2020 saya dipertemukan dengan pengacara, ganti acara lagi lanjut Polsek Gayungan. Karena Iin nggak puas lanjut Polres, dari Polres dikembalikan ke Polsek Gayungan. Ganti acara lagi saya dibenturkan Garnisun. Setelah Garnisun dicahayai bahwa Garnisun harusnya hanya mengurusi TNI bukan sipil, Iin lanjut ganti lagi ganti cerita katanya Garnisun akan menyerahkan urusan ini ke Polda yang akan menangani. Dijawab Royce nanti sekalian Mabes yang akan menghadapi Polda. Mbulet terus intinya Royce mau dihadapkan ke Aparat, sedangkan Mulyanto maunya sama Iin, supaya Royce nggak ke Iin maka Mulyanto pakai Garnisun untuk menjaga Iin dari Royce.

"Saya kan tahu karepnya Mulyanto, pakai bantuan si ratu drama Swie (Istri Mulyanto) pula untuk meyakinkan Iin. Saya akan mencahayai semua aparat, dan keluarganya Mulyanto, kita lihat nanti siapa yang paling kuat secara hukum negara, hukum alam, dan hukum karma di Prof Soepomo SH I, ungkap Royce mengakhiri wawancara..(*)

Berita terkait:
  1. Mr President Menduga Mulyanto Menyerobot Transaksi Rumah Jalan Prof Soepomo SH I/49 Menggunakan Jasa Pengacara Roi
  2. Senin 16 November 2020, 9:00:00-9:59:59 Royce Mediasi Tanda Tangan MOU di Notaris. Iin Tidak Hadir, Royce Lanjutkan Pengosongan
  3. Katanya Sepakat Tapi Iin Tak Kunjung Berikan Draft Perjanjian dan Nomor Rekening. Royce Meradang Lanjutkan Pengosongan 
LihatTutupKomentar