-->
close

Kilas Balik Hubungan Antara Royce dengan Iin-Fandi: 'Sebelum Ada Dusta'

Royce (paling kanan).menghadiri undangan pernikahan Lala (kedua dari kiri), anak Iin Dewi Kurniawati. Tampak Fandi paling kiri.

Suara Jatim - Puluhan tahun hidup bertetangga, hubungan antara Royce (41) warga Jalan Prof Soepomo I/47 Surabaya, dengan Iin Dewi dan Fandi (keponakan Iin) baik-baik saja. Bahkan, Royce dan Fandi telah saling mengenal sejak kecil sebagai teman sepermainan. Namun semuanya berubah ketika berurusan dengan uang.


Awal 2020 Iin berniat menjual rumahnya di Jalan Prof Soepomo I/49 Surabaya dengan memasang tanda dijual. Melalui broker HA, Royce berminat dan mengurus kreditnya ke bank. Hingga seluruh ahli waris rumah tersebut sepakat dengan harga final dari pembeli sebesar Rp4,25 miliar. Royce pun telah menitipkan uang tanda jadi ke kantor broker HA sebesar Rp250 juta.

Namun pada saat akan tanda tangan MOU di kantor broker HA, tiba-tiba Iin berniat membatalkan penjualan rumahnya tersebut. Dan anehnya, menunjuk pengacara untuk berbicara kepada Royce. Padahal di antara keduanya tidak ada kasus hukum.

Inilah yang membuat Royce berang dan tidak setuju bila transaksi tidak dilanjutkan. Lantas Royce menduga transaksi ini diserobot Mulyanto.

Mediasi gagal. Kedua belah pihak saling merasa benar. Royce merasa dirinya dikorbankan oleh sebuah konspirasi antara Mulyanto dan Iin. Belakangan, Fandi muncul sebagai pembela Iin menghadapi Royce.

"Ini sebelum ada dusta diantara Fandi dan Royce," kata Royce sambil menyerahkan foto-foto kenangan antara dirinya dengan Fandi saat hubungannya baik-baik saja. (Foto pernikahan Lala, anak Iin Dewi)

"Pastinya Royce tidak ada dusta, semua disampaikan terbuka di depan media. Namun Fandi terbukti berdusta, ketika didatangi selalu pasang badan, bilang bu Iin tidak ada di rumah, Tapi kalau sudah ramai bu Iin tiba-tiba muncul dari rumah," ujarnya.
Iin Dewi (paling kiri), bersama Lala, suami Lala dan Royce dalam acara pernikahan Lala dan Rizki berlokasi di Prof. Soepomo SH I/49
Iin diduga menerima harga lebih tinggi dari Mulyanto sehingga menutup diri dan menghindar dari transaksi. "Royce bersikeras menjalankan transaksi sambil mencahayai bu Iin sekaligus Mulyanto agar tidak berselingkuh dalam transaksi ini. Bu Iin terselingkuh, Mulyanto peselingkuh. Mana ada terselingkuh dan peselingkuh yang mengaku, pasti menutupi meskipun ditanya. Jadi tidak ada gunanya bertanya maupun komunikasi, mendingan dikeplaki sampai mengaku." kekeh Royce.
Undangan resepsi pernikahan Lala dari Iin dan rangkaian bunga ucapan dari Royce (Mr President).


Royce bahkan mengenang masa-masa indah sebelum ada dusta. "Semua ini gara-gara Mulyanto yang mendalangi bu Iin, Fandi hanya sebagai tameng."

"Maka dari itu Fandi disikat dulu oleh Royce sejak ancaman pembunuhan oleh Fandi Minggu 25 Oktober 2020. Setiap Royce bertemu Fandi langsung mempertahankan diri daripada dirinya jadi korban mendingan mengorbankan Fandi, jadi baiknya Fandi tidak berada di wilayah Prof Soepomo lagi." tegasnya.

"Toh Fandi juga nurut sama bu Iin dan dari awal bu Iin yang bermasalah jadi baiknya tidak melibatkan Fandi. Kini bolanya tinggal di bu Iin wajib membatalkan transaksi Mulyanto. Kalau orang berkarakter baik tidak akan goyang oleh uang seperti yang dikatakan Royce di berita."

"Mulut bisa dipercaya urusan beres."

"Sebab mulut adalah ciptaan Tuhan, maka perlu kita jaga jangan menodai mulut dengan dusta. Uang adalah ciptaaan manusia, masak ciptaan manusia bisa membeli ciptaan Tuhan. Mulut bertransaksi, ada uang lebih banyak mulutnya berubah. Kalau saya salah ya sudah salah. Mulyanto dibatalkan, kembali ke Royce, nanti selisihnya Royce ganti dengan uang Mulyanto. Kan Mulyanto yang bikin selisih ya dia yang bayar." tutup Royce.(*)


Berita terkait:

  1. Mr President Menduga Mulyanto Menyerobot Transaksi Rumah Jalan Prof Soepomo SH I/49 Menggunakan Jasa Pengacara Roi
  2. Prediksi Langkah Iin. Royce Sebut Orang Kuat Mulyanto
  3. Motif Mulyanto berselingkuh transaksi dengan iin diduga karena Mulyanto berkonspirasi dengan Swie menjual Liek Motor Mojokerto
LihatTutupKomentar